Menurut laporan dari Reuters, A Rap Xe Ut secara resmi mengumumkan pembatalan sebagian pesanan untuk pelanggan Eropa yang diperkirakan akan dikirim pada akhir September. Keputusan ini terjadi setelah negara pengekspor minyak terbesar di dunia tersebut menutup pipa-pipa utama yang menjadi sasaran serangan pada pekan lalu, sekaligus menghadapi risiko kenaikan harga akibat aktivitas Houthi di Laut Merah dan hambatan di Selat Hormuz. Pada saat yang sama, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengakui bahwa kenaikan imbal hasil obligasi AS disebabkan oleh dampak dari “isu-isu global”.
Kombinasi antara risiko geopolitik yang meningkat dan kemungkinan gangguan pada pasokan energi yang berujung pada “double shock” dapat memicu percepatan inflasi global. Pengetatan pasokan minyak untuk Eropa secara tak terduga membuat ekspektasi mereda, sementara biaya energi terus menghadapi tantangan baru, sehingga meningkatkan tekanan pada ekonomi negara-negara berkembang.
Di pasar keuangan tradisional, pasar bereaksi dengan cermat ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali meningkat. Setiap kekhawatiran tentang inflasi yang semakin tinggi tidak hanya mempersempit ruang pemotongan suku bunga oleh bank sentral, tetapi juga mendorong arus modal keluar dari mata uang menuju USD dan berbagai aset safe haven, sehingga memberi tekanan pada saham-saham global.
Sementara itu, untuk pasar crypto, lingkungan makro yang semakin tegang dan suku bunga yang tinggi dapat menurunkan likuiditas dalam jangka pendek, sehingga $BTC dan altcoin menghadapi tekanan koreksi.
Kombinasi antara risiko geopolitik yang meningkat dan kemungkinan gangguan pada pasokan energi yang berujung pada “double shock” dapat memicu percepatan inflasi global. Pengetatan pasokan minyak untuk Eropa secara tak terduga membuat ekspektasi mereda, sementara biaya energi terus menghadapi tantangan baru, sehingga meningkatkan tekanan pada ekonomi negara-negara berkembang.
Di pasar keuangan tradisional, pasar bereaksi dengan cermat ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali meningkat. Setiap kekhawatiran tentang inflasi yang semakin tinggi tidak hanya mempersempit ruang pemotongan suku bunga oleh bank sentral, tetapi juga mendorong arus modal keluar dari mata uang menuju USD dan berbagai aset safe haven, sehingga memberi tekanan pada saham-saham global.
Sementara itu, untuk pasar crypto, lingkungan makro yang semakin tegang dan suku bunga yang tinggi dapat menurunkan likuiditas dalam jangka pendek, sehingga $BTC dan altcoin menghadapi tekanan koreksi.