Mantan Presiden AS Donald Trump baru saja mengunggah di Truth Social kritik tajam yang ditujukan kepada Mahkamah Agung AS, menyatakan ketidakpuasannya terhadap putusan-putusan yang terkait dengan aturan pemungutan suara melalui pos, hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir, dan terutama pembatasan-pembatasan hukum terhadap kebijakan tarif.

Langkah ini menarik perhatian besar dari kalangan pengamat kebijakan karena tarif merupakan salah satu alat utama dalam agenda ekonomi Trump. Perdebatan hukum mengenai kewenangan penerapan tarif dan proses pemilu meningkatkan tingkat ketidakpastian bagi lingkungan perdagangan sekaligus memengaruhi neraca anggaran AS di masa depan.

Di pasar keuangan, sikap hati-hati cenderung meningkat ketika risiko kebijakan dan konflik antar-lembaga di AS memanas. Variabel yang berkaitan dengan hambatan perdagangan biasanya berdampak langsung pada ekspektasi inflasi, memberi tekanan pada imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury), serta membuat kekuatan dolar AS berfluktuasi.

Bagi pasar crypto, khususnya $BTC , ketidakstabilan politik dan kebijakan makro di negara-negara ekonomi besar sering kali memperkuat posisi aset kripto sebagai saluran penyimpan nilai alternatif, meski sentimen yang cemas terhadap risiko jangka pendek dapat memicu gelombang gejolak likuiditas. 🏛️📉

#USPolitics #MacroEconomy #Tariffs