Telepon Trump Masuk Langsung ke Lokasi Nvidia, Satu Kalimat Langsung Meledakkan Kontroversi AI $SHIB $ZEC $ZS #Zama在以太坊开放16个机密Morpho金库 #贝森特支持CLARITY法案终稿 #美联储加息是否已成定局
Senin, di Konferensi All-In di Los Angeles, Huang Renxun sedang berbicara di atas panggung, ketika telepon dari Trump tiba-tiba masuk—seketika suasananya berubah jadi obrolan politik ala komedi stand-up. Trump langsung melontarkan kritik: ada pihak yang ingin memperlambat AI, entah karena hitung-hitungan politik atau karena China di belakangnya yang mendorong.
Huang Renxun mengangguk setuju. Ia bilang presiden paham betul betapa rumitnya permainan ini.
Tapi Huang Renxun juga melakukan satu hal yang apik—ia memuji peneliti Anthropic yang baru saja mengundurkan diri, Jacob Coxon. Ia mengatakan orang ini berani berdiri dan melapor, jadi perusahaan seharusnya serius mendengarkan pengaduannya. Namun Huang Renxun tidak mau menerima dikotomi “pilih satu dari dua”: “Harus gas inovasi atau jaga keamanan?” Menurutnya itu pertanyaan pilihan palsu.
Teori tentang bahaya AI semakin lama semakin gaduh. Saat Coxon mengundurkan diri, ia berkata bahwa Anthropic dan OpenAI “mempertaruhkan nyawa kita” dalam permainan ini. Pada hari Sabtu, CEO Anthropic Dario Amodei meluncurkan esai panjang 3.800 kata yang menyerukan agar semuanya diperlambat. Sam Altman dari OpenAI dan Elon Musk pun ikut mengambil posisi.
Pasar pun lebih dulu panik. Senin, saham-saham teknologi AS kompak ambruk, Nvidia turun 3,4%. Raja chip dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia—sang penguasa infrastruktur AI—juga tidak mampu menahan kekhawatiran atas perlambatan belanja.
Sementara itu, Trump justru bergaya sebaliknya: ia gencar mendukung data center, lalu memaki izin kartu tiap negara bagian, dengan mengatakan hal itu bisa membuat negara bagian menjadi kaya. Ucapan aslinya: “Ini adalah minyak untuk 20 sampai 25 tahun ke depan, lebih besar daripada internet.”
Di satu sisi mengajak rem, di sisi lain menginjak gas—lalu mobil AI ini sebenarnya siapa yang menyetir? Biar komentar di bawah: kamu lebih pilih pelan atau tancap?
Senin, di Konferensi All-In di Los Angeles, Huang Renxun sedang berbicara di atas panggung, ketika telepon dari Trump tiba-tiba masuk—seketika suasananya berubah jadi obrolan politik ala komedi stand-up. Trump langsung melontarkan kritik: ada pihak yang ingin memperlambat AI, entah karena hitung-hitungan politik atau karena China di belakangnya yang mendorong.
Huang Renxun mengangguk setuju. Ia bilang presiden paham betul betapa rumitnya permainan ini.
Tapi Huang Renxun juga melakukan satu hal yang apik—ia memuji peneliti Anthropic yang baru saja mengundurkan diri, Jacob Coxon. Ia mengatakan orang ini berani berdiri dan melapor, jadi perusahaan seharusnya serius mendengarkan pengaduannya. Namun Huang Renxun tidak mau menerima dikotomi “pilih satu dari dua”: “Harus gas inovasi atau jaga keamanan?” Menurutnya itu pertanyaan pilihan palsu.
Teori tentang bahaya AI semakin lama semakin gaduh. Saat Coxon mengundurkan diri, ia berkata bahwa Anthropic dan OpenAI “mempertaruhkan nyawa kita” dalam permainan ini. Pada hari Sabtu, CEO Anthropic Dario Amodei meluncurkan esai panjang 3.800 kata yang menyerukan agar semuanya diperlambat. Sam Altman dari OpenAI dan Elon Musk pun ikut mengambil posisi.
Pasar pun lebih dulu panik. Senin, saham-saham teknologi AS kompak ambruk, Nvidia turun 3,4%. Raja chip dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia—sang penguasa infrastruktur AI—juga tidak mampu menahan kekhawatiran atas perlambatan belanja.
Sementara itu, Trump justru bergaya sebaliknya: ia gencar mendukung data center, lalu memaki izin kartu tiap negara bagian, dengan mengatakan hal itu bisa membuat negara bagian menjadi kaya. Ucapan aslinya: “Ini adalah minyak untuk 20 sampai 25 tahun ke depan, lebih besar daripada internet.”
Di satu sisi mengajak rem, di sisi lain menginjak gas—lalu mobil AI ini sebenarnya siapa yang menyetir? Biar komentar di bawah: kamu lebih pilih pelan atau tancap?
