Dua narasi yang sangat berbeda saling bertabrakan minggu ini. Dari sisi kebijakan, konsesi etika Trump mengangkat peluang Undang-Undang Kejelasan (Clarity Act) menjadi sekitar 32% hingga 34%, sehingga menyiapkan sebuah pemungutan suara penting di Senat. Dari sisi arus, produk ETH BlackRock kini telah mencatat 20 hari berturut-turut arus masuk bersih, dengan ETHA dan ETHB yang mendukung staking menarik ratusan juta, sementara ETF BTC mengalami arus keluar sekitar 463 juta selama empat sesi sebelum terjadi pemulihan parsial.

Perbedaan itulah yang membuat orang bertanya apakah Wall Street diam-diam sedang beralih condong ke ETH. ETF Ethereum mencatat sekitar 197 juta pekan lalu, lalu tambahan 281 juta pada Senin, dengan BlackRock menyuplai porsi terbesar. ETF Bitcoin, sebagai perbandingan, baru saja mengakhiri rangkaian arus masuk terbaik tiga minggu mereka di tahun 2026 dengan minggu arus keluar sebesar 462,7 juta, meski IBIT mampu membukukan arus masuk 160 juta pada 14 September.

Pengaruh makro turut berperan. Pasar memperkirakan probabilitas tinggi kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada 16 September, yang akan mengencangkan likuiditas dan menguatkan dolar tepat ketika Clarity berharap bisa meningkatkan sentimen. BTC telah ditolak beberapa kali di 82.000 dan kini bergerak di kisaran 70-an ribu bagian atas, sementara ETH menunjukkan kekuatan relatif lebih besar menjelang keputusan tersebut.

Para trader perlu memperhatikan hasil cloture hari Selasa, keputusan Fed hari Rabu, serta apakah BTC dapat merebut kembali level 80.000 hingga 82.000 sementara ETH bertahan di atas 2.500. Jika Clarity maju dan Fed menahan, baik BTC maupun ETH bisa mengalami penilaian ulang ke level yang lebih tinggi. Jika Clarity tersendat dan Fed menaikkan suku bunga, hambatan makro bisa menjadi faktor dominan, dan perbedaan arus ETH-BTC akan menjadi petunjuk utama apakah institusi benar-benar melakukan rotasi atau hanya melakukan penempatan taktis.
$BTC