Menteri Keuangan AS Janet Yellen akan hadir malam ini pukul 22:00 dalam sidang Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat, untuk memberikan kesaksian terkait “Laporan Tahunan Kondisi Sistem Keuangan Internasional”. Pada saat yang sensitif ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun telah menembus 5%, seluruh perhatian pasar tertuju pada langkah berikutnya Kementerian Keuangan.

Sidang ini begitu mendapat sorotan karena inti dari rencana penerbitan obligasi dan strategi pengelolaan utang Kementerian Keuangan. Pasar tengah mengamati dengan saksama apakah Yellen akan mengeluarkan sinyal baru mengenai upaya mengendalikan defisit fiskal, menyesuaikan jadwal penerbitan Treasury, serta mengatur tempo repo, yang secara langsung menentukan apakah ekspektasi pasar sebelumnya terhadap lingkungan suku bunga tinggi dalam jangka panjang perlu dikoreksi.

Dari perspektif aset makro, jika Yellen menyampaikan sinyal yang cenderung moderat—yakni mendukung pasar obligasi yang stabil dan mengendalikan defisit—tekanan kenaikan pada imbal hasil obligasi AS jangka panjang mungkin akan mereda; sebaliknya, jika niat ekspansi fiskal terlihat jelas atau pemerintah menunjukkan toleransi yang lebih tinggi terhadap suku bunga tinggi, imbal hasil obligasi AS dan indeks dolar bisa menghadapi gelombang volatilitas baru, yang kemudian akan memengaruhi pergerakan emas dan saham AS.

Bagi pasar kripto, suku bunga bebas risiko yang tetap tinggi terus menjadi tantangan bagi kondisi likuiditas. Para investor masih mengambil sikap menunggu dan melihat; kinerja aset berisiko seperti $BTC akan bergantung pada perubahan halus dalam ekspektasi likuiditas setelah sidang. Dalam jangka pendek, pasar kemungkinan akan mempertahankan pola volatilitas dua arah. 👀

#JanetYellen #BondMarket #InterestRates