Banyak orang saat melakukan kontrak, hanya fokus pada untung-rugi, namun mudah mengabaikan sebuah biaya yang sudah lama ada: biaya transaksi (fee).

Sebagai contoh tarif yang umum bagi pengguna biasa:

Maker: 0.02%
Taker: 0.05%

Misalkan nilai transaksi semuanya adalah 100.000 U:

Biaya Maker:
100,000 × 0.02% = 20 U

Biaya Taker:
100,000 × 0.05% = 50 U

Dengan volume transaksi yang sama sebesar 100.000 U, selisihnya dalam satu kali transaksi adalah:

50 U - 20 U = 30 U

Tampaknya hanya 30 U, tapi jika frekuensi transaksi cukup tinggi, perbedaannya akan terlihat jelas.

Misalnya, total volume transaksi dalam satu bulan mencapai 10 juta U:

Perkiraan biaya Maker:
10,000,000 × 0.02% = 2000 U

Perkiraan biaya Taker:
10,000,000 × 0.05% = 5000 U

Keduanya selisih hingga 3000 U.

Namun perlu diperhatikan, order limit tidak selalu berarti pasti sebagai Maker. Jika order limit yang kamu kirim langsung bertemu dan tereksekusi dengan order yang ada di order book, tetap bisa dihitung sebagai Taker.

Jadi yang benar-benar perlu diperhatikan bukan hanya “aku memakai market order atau limit order”, tetapi apakah order ini pada akhirnya dikategorikan sebagai Maker atau Taker.

Selain itu, jika “100.000 U” yang kamu maksud adalah membuka posisi sebesar 100.000 U, lalu menutup posisi kembali sebesar 100.000 U, maka total volume transaksi sebenarnya adalah 200.000 U, dan biaya transaksinya juga harus dihitung dua kali.

Semakin sering kamu trading, semakin layak untuk menghitung fee dengan serius. Dalam banyak kasus, mengurangi transaksi Taker yang tidak perlu itu sendiri sudah berarti menurunkan biaya trading.

Di atas hanya dihitung berdasarkan tarif contoh; biaya transaksi yang sebenarnya mengikuti yang ditampilkan di halaman akun.
#HematBiayaTransaksi