Bank Sentral Rusia Berencana Memasukkan Aset Kripto ke dalam Indikator Pengawasan Kehati-hatian untuk Lembaga

Gagasan Bank Sentral Rusia terkait pengawasan aset kripto sedang bergeser dari sikap penolakan menuju pendekatan berbasis pengukuran. Menurut laporan TASS, bank sentral menerbitkan rancangan peraturan, yang bermaksud memasukkan mata uang digital ke dalam cakupan aset yang dihitung dalam indikator pengawasan kehati-hatian seperti rasio kecukupan modal bagi pelaku profesional di pasar keuangan. Ketentuan ini berlaku untuk perusahaan pialang, perusahaan manajemen aset, pialang perdagangan valas, serta pedagang penukaran mata uang kripto dan lembaga sejenis. Berdasarkan rancangan tersebut, saat menghitung dana sendiri, lembaga hanya boleh memasukkan mata uang kripto yang telah disetujui untuk diperdagangkan di bursa, dan nilainya tidak boleh melebihi 25% dari total nilai aset yang dimasukkan dalam perhitungan. Aset kripto terkait juga harus didaftarkan serta disimpan oleh lembaga penitipan kripto. Bank sentral mengatakan langkah ini bertujuan memasukkan risiko aset kripto ke dalam pengawasan modal, guna meningkatkan stabilitas keuangan lembaga perantara keuangan.

Langkah ini bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Menengok ke belakang, pada Januari 2022 Bank Sentral Rusia pernah mengusulkan larangan penggunaan dan penambangan kripto di dalam negeri, dengan alasan aset kripto menimbulkan ancaman terhadap stabilitas keuangan, kesejahteraan warga, dan kedaulatan kebijakan moneter; pada saat itu, kripto dilarang sebagai alat pembayaran. Memasuki tahun 2026, fokus pengawasan bergeser ke penertiban berbasis batas: pada 4 Agustus, Putin menandatangani Undang-Undang tentang Mata Uang Digital dan Hak Digital; ketentuan intinya mulai berlaku pada 1 September. Untuk investor ritel yang tidak memenuhi syarat, pembelian kripto per tahun melalui satu perantara berlisensi tidak boleh melebihi 300.000 rubel, setara sekitar 3.600 dolar AS. Jenis aset yang diizinkan pada awalnya dibatasi pada bitcoin, ethereum, dan USDT, sementara investor yang memenuhi syarat serta penyelesaian lintas negara diberi ruang yang lebih besar.

Skala pasar menjelaskan urgensi pengawasan. Data Chainalysis menunjukkan bahwa antara Juli 2024 hingga Juni 2025, arus masuk dana kripto yang diterima Rusia mencapai 376,3 miliar dolar AS, menempati peringkat pertama di Eropa; pejabat Kementerian Keuangan Rusia pernah menyatakan bahwa nilai transaksi kripto tahunan masyarakat mencapai lebih dari 1.000 miliar (1 triliun) rubel dan pada dasarnya terjadi di luar wilayah yang berada di bawah pengawasan. Data pada periode yang sama menunjukkan bahwa dalam tujuh bulan pertama 2026, masyarakat Rusia menarik uang tunai dari sistem perbankan sekitar 24,4 miliar euro, dan pada Juli peningkatan peredaran kas bulanan mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun.

Secara logika, memasukkan mata uang digital ke dalam perhitungan kecukupan modal pada hakikatnya adalah pengakuan bahwa aset kripto sudah muncul di neraca aset-liabilitas lembaga perantara keuangan. Alih-alih menghindar, lebih baik memberi harga pada risikonya: jika lembaga memegang eksposur kripto, maka harus disertai penyangga modal yang sesuai. Batas 25% dan penitipan paksa kian memperketat pembatasan risiko konsentrasi. Ini berbeda dengan peringatan lisan tentang risiko—ini merupakan kerangka kehati-hatian yang dapat dieksekusi, sekaligus selaras dengan penetapan bahwa kripto adalah salah satu risiko dalam pasar keuangan.

Dampak terhadap pasar kripto dapat diamati secara berlapis: pertama, kanal kepatuhan dilembagakan; lembaga berlisensi memperoleh aturan partisipasi yang jelas, sehingga aktivitas lokal bergeser dari wilayah abu-abu menuju daftar putih. Kedua, batas tahunan untuk investor ritel berdampingan dengan daftar tiga jenis aset; peningkatan di sisi ritel berpotensi terbatas, dan posisi relatif aset utama dapat diperkuat. Ketiga, pada 1 September mata uang rubel digital dibuka bersamaan untuk pengguna umum; pembayaran ritel ditarik kembali ke sistem resmi, dan diselaraskan dengan batas investasi kripto.

Dari penilaian redaksi, dari sisi fakta, rancangan ini mengubah peringatan risiko kripto yang sebelumnya bersifat imbauan verbal menjadi persoalan teknis pengukuran modal. Dari sisi spekulasi, hal ini juga selaras dengan tujuan mengendalikan arus keluar modal dan menstabilkan sistem perbankan. Bagi industri global, Rusia menghadirkan contoh pengawasan yang bersifat kelembagaan dan paralel dengan batasan; dampaknya lebih banyak terlihat pada ekspektasi kepatuhan dan struktur pasar, bukan pada guncangan dana jangka pendek.

#俄罗斯央行将加密列为金融市场风险 #BTC #ETH #BNB