Bank of Nova Scotia—(RBC)Kepala ekonom Francis Donald baru-baru ini merilis laporan riset terbaru mengenai prospek kebijakan moneter. Ia memperkirakan Bank Sentral Kanada tahun depan berpotensi menaikkan suku bunga sebanyak empat kali, sehingga mendorong suku bunga kebijakan naik hingga 3,25%, serta memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga pertama bahkan dapat terjadi lebih cepat, yakni hingga akhir tahun 2026.
Perubahan sikap yang agresif ini secara signifikan mematahkan ekspektasi pasar sebelumnya yang cenderung longgar. Meski menghadapi ketidakpastian perdagangan AS-Kanada dan proyeksi pertumbuhan PDB Kanada baik tahun ini maupun tahun depan berada di bawah 2%, perlambatan pertumbuhan populasi membuat output riil per kapita lebih tahan banting. Ditambah lagi, provinsi-provinsi di wilayah barat yang kaya sumber daya menyediakan dorongan pertumbuhan; risiko kenaikan harga energi yang potensial mendorong bank sentral untuk mengantisipasi tekanan inflasi putaran kedua, sehingga menyoroti keras kepala inflasi struktural.
Dari sudut pandang makro-keuangan, jika bank sentral utama menghidupkan kembali siklus kenaikan suku bunga, hal itu akan langsung meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah dan sekaligus memberi dukungan bagi mata uang domestik. Perbedaan kebijakan ini tidak hanya mempersempit jendela lingkungan likuiditas global yang lebih longgar, tetapi juga menyampaikan sinyal elang bahwa siklus pengetatan mungkin belum berakhir sepenuhnya—dan terus menekan ruang kinerja aset berharga dengan valuasi yang terlalu tinggi.
Bagi pasar kripto, $BTC sangat sensitif terhadap perubahan marjin likuiditas dibandingkan dengan altcoin-altcoin arus utama. Di tengah bayang-bayang suku bunga tinggi dalam jangka panjang (Higher for Longer) di negara-negara utama—bahkan hingga kemungkinan dimulainya kembali siklus kenaikan suku bunga—masuknya dana tambahan akan sangat dibatasi. Investor perlu sangat waspada terhadap dampak sekunder ketika likuiditas makro mengalami pengetatan terhadap valuasi aset berisiko.📉
#BankOfCanada #MacroEconomy #InterestRates #CryptoLiquidity
Perubahan sikap yang agresif ini secara signifikan mematahkan ekspektasi pasar sebelumnya yang cenderung longgar. Meski menghadapi ketidakpastian perdagangan AS-Kanada dan proyeksi pertumbuhan PDB Kanada baik tahun ini maupun tahun depan berada di bawah 2%, perlambatan pertumbuhan populasi membuat output riil per kapita lebih tahan banting. Ditambah lagi, provinsi-provinsi di wilayah barat yang kaya sumber daya menyediakan dorongan pertumbuhan; risiko kenaikan harga energi yang potensial mendorong bank sentral untuk mengantisipasi tekanan inflasi putaran kedua, sehingga menyoroti keras kepala inflasi struktural.
Dari sudut pandang makro-keuangan, jika bank sentral utama menghidupkan kembali siklus kenaikan suku bunga, hal itu akan langsung meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah dan sekaligus memberi dukungan bagi mata uang domestik. Perbedaan kebijakan ini tidak hanya mempersempit jendela lingkungan likuiditas global yang lebih longgar, tetapi juga menyampaikan sinyal elang bahwa siklus pengetatan mungkin belum berakhir sepenuhnya—dan terus menekan ruang kinerja aset berharga dengan valuasi yang terlalu tinggi.
Bagi pasar kripto, $BTC sangat sensitif terhadap perubahan marjin likuiditas dibandingkan dengan altcoin-altcoin arus utama. Di tengah bayang-bayang suku bunga tinggi dalam jangka panjang (Higher for Longer) di negara-negara utama—bahkan hingga kemungkinan dimulainya kembali siklus kenaikan suku bunga—masuknya dana tambahan akan sangat dibatasi. Investor perlu sangat waspada terhadap dampak sekunder ketika likuiditas makro mengalami pengetatan terhadap valuasi aset berisiko.📉
#BankOfCanada #MacroEconomy #InterestRates #CryptoLiquidity