#fedhikeoddsriseto89% FedWatch menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed 25bp
hari Rabu ini kira-kira sebesar 88%.
Saya memperkirakan HOLD (bertahan).
Pasar mungkin meremehkan seberapa besar pengetatan yang sudah terjadi.
Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun naik dari 4,67% pada hari sebelum Jackson Hole
menjadi
4,96% pada Jumat. Imbal hasil riil juga naik minggu lalu. Suku bunga pasar yang lebih tinggi memberi tekanan pada pembiayaan dan investasi sebelum The Fed bergerak.
Penilaian saya adalah pesan Warsh yang cenderung hawkish telah membantu menghadirkan sebagian pengekangan tersebut. Ia bisa bertahan sambil tetap membuka opsi kenaikan di masa depan, sehingga ekonomi punya waktu untuk menyerap biaya pinjaman yang lebih tinggi. Ia secara tegas mengatakan bahwa ia “komit pada disiplin, bukan pada keputusan.”
Kekuatan dari sektor minyak mendukung sikap menunggu. Gangguan pasokan menaikkan biaya sekaligus menekan daya beli rumah tangga. Kenaikan lain tidak dapat memulihkan pasokan tersebut, dan berisiko menambah perlambatan permintaan akibat guncangan.
Inflasi masih menjadi masalah. CPI inti melandai menjadi 2,4% per tahun pada bulan Agustus, namun meningkat menjadi 0,3% per bulan; PCE inti lebih tinggi yaitu 3,3% per tahun pada bulan Juli. Saya masih melihat ada alasan untuk menunggu guna menilai persistensi sebelum mengetatkan lagi.
Ada juga latar belakang politik: Trump menunjuk Warsh dan terus mendorong suku bunga lebih rendah. Itu menambah tekanan agar tidak melakukan kenaikan, meskipun FOMC yang membuat keputusannya sendiri.
Risiko terhadap perkiraan saya adalah jika The Fed melihat inflasi menjadi semakin tertanam, atau jika sikap menahan justru membalik pengetatan obligasi yang menjadi dasar andalan saya.
Ekspektasi saya: suku bunga tidak berubah, bahasa inflasi yang tegas, dan kenaikan di masa depan tetap ada di meja.$CRWD $4 $ZS
hari Rabu ini kira-kira sebesar 88%.
Saya memperkirakan HOLD (bertahan).
Pasar mungkin meremehkan seberapa besar pengetatan yang sudah terjadi.
Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun naik dari 4,67% pada hari sebelum Jackson Hole
menjadi
4,96% pada Jumat. Imbal hasil riil juga naik minggu lalu. Suku bunga pasar yang lebih tinggi memberi tekanan pada pembiayaan dan investasi sebelum The Fed bergerak.
Penilaian saya adalah pesan Warsh yang cenderung hawkish telah membantu menghadirkan sebagian pengekangan tersebut. Ia bisa bertahan sambil tetap membuka opsi kenaikan di masa depan, sehingga ekonomi punya waktu untuk menyerap biaya pinjaman yang lebih tinggi. Ia secara tegas mengatakan bahwa ia “komit pada disiplin, bukan pada keputusan.”
Kekuatan dari sektor minyak mendukung sikap menunggu. Gangguan pasokan menaikkan biaya sekaligus menekan daya beli rumah tangga. Kenaikan lain tidak dapat memulihkan pasokan tersebut, dan berisiko menambah perlambatan permintaan akibat guncangan.
Inflasi masih menjadi masalah. CPI inti melandai menjadi 2,4% per tahun pada bulan Agustus, namun meningkat menjadi 0,3% per bulan; PCE inti lebih tinggi yaitu 3,3% per tahun pada bulan Juli. Saya masih melihat ada alasan untuk menunggu guna menilai persistensi sebelum mengetatkan lagi.
Ada juga latar belakang politik: Trump menunjuk Warsh dan terus mendorong suku bunga lebih rendah. Itu menambah tekanan agar tidak melakukan kenaikan, meskipun FOMC yang membuat keputusannya sendiri.
Risiko terhadap perkiraan saya adalah jika The Fed melihat inflasi menjadi semakin tertanam, atau jika sikap menahan justru membalik pengetatan obligasi yang menjadi dasar andalan saya.
Ekspektasi saya: suku bunga tidak berubah, bahasa inflasi yang tegas, dan kenaikan di masa depan tetap ada di meja.$CRWD $4 $ZS