🇷🇺🇺🇦 Rusia menemukan cara membuat rudal jelajah “kelas pekerja”, dan biayanya kira-kira sama dengan mobil bekas.
Ukraina menghabiskan bertahun-tahun dan banyak uang untuk belajar cara menembakkan jatuh drone model Shahed yang lambat.
Tepat ketika itu mulai berhasil, Moskow meluncurkan Geran-5: berbentuk seperti rudal, tenaga jet, dan cukup cepat hingga membuat buku panduan lawan-drone yang lama jadi tidak berguna.
Dan itu menimbulkan masalah lain: matematika.
Biayanya sekitar $100.000, sama seperti rudal jelajah Banderol yang baru. Tomahawk milik AS harganya lebih dari $2 juta, dan NATO mengeluarkan biaya untuk interceptor Patriot serta jet tempur guna menghentikan barang murah itu.
Namun yang seharusnya lebih dikhawatirkan Barat adalah kecepatan.
Rusia mengambil desain lama, menyempurnakannya, mengujinya dalam perang sungguhan, lalu membuatnya mengalir dari jalur produksi dalam waktu 2 tahun. NATO bisa memerlukan satu dekade untuk memindahkan gagasan yang matang ke pabrik.
Dan sebagian besar itu dibuat dengan mesin jet serta perangkat navigasi buatan Tiongkok—komponen komersial yang bisa dipakai ganda—yang menurut Ukraina tetap mengalir meski ada sanksi.
Bagian yang paling mengejutkan: Kyiv sudah punya intel tentang program drone bertenaga jet Rusia selama bertahun-tahun, tapi tetap tidak siap apa-apa ketika mereka datang dalam jumlah ratusan.
Sumber: WSJ / Penulis: Daniyal
$TRUMP
$TRUST
$T
Ukraina menghabiskan bertahun-tahun dan banyak uang untuk belajar cara menembakkan jatuh drone model Shahed yang lambat.
Tepat ketika itu mulai berhasil, Moskow meluncurkan Geran-5: berbentuk seperti rudal, tenaga jet, dan cukup cepat hingga membuat buku panduan lawan-drone yang lama jadi tidak berguna.
Dan itu menimbulkan masalah lain: matematika.
Biayanya sekitar $100.000, sama seperti rudal jelajah Banderol yang baru. Tomahawk milik AS harganya lebih dari $2 juta, dan NATO mengeluarkan biaya untuk interceptor Patriot serta jet tempur guna menghentikan barang murah itu.
Namun yang seharusnya lebih dikhawatirkan Barat adalah kecepatan.
Rusia mengambil desain lama, menyempurnakannya, mengujinya dalam perang sungguhan, lalu membuatnya mengalir dari jalur produksi dalam waktu 2 tahun. NATO bisa memerlukan satu dekade untuk memindahkan gagasan yang matang ke pabrik.
Dan sebagian besar itu dibuat dengan mesin jet serta perangkat navigasi buatan Tiongkok—komponen komersial yang bisa dipakai ganda—yang menurut Ukraina tetap mengalir meski ada sanksi.
Bagian yang paling mengejutkan: Kyiv sudah punya intel tentang program drone bertenaga jet Rusia selama bertahun-tahun, tapi tetap tidak siap apa-apa ketika mereka datang dalam jumlah ratusan.
Sumber: WSJ / Penulis: Daniyal
$TRUMP
$TRUST
$T


