Mantan Presiden AS Donald Trump memposting di Truth Social bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk menahan diri dari serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing. Dalam pernyataannya, Trump juga berargumen bahwa lonjakan harga diesel global baru-baru ini terutama didorong oleh konflik Rusia-Ukraina, bukan oleh ketegangan yang berkaitan dengan Iran.

Perkembangan ini penting karena serangan bersama terhadap kilang minyak dan jaringan listrik telah sangat mengganggu pasokan bahan bakar regional serta menambahkan premi risiko yang besar pada produk olahan global. Potensi gencatan senjata di fasilitas energi secara langsung mengatasi salah satu hambatan utama sisi pasokan yang telah membuat biaya energi tetap tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Bagi pasar keuangan yang lebih luas, meredanya serangan terhadap infrastruktur energi berpotensi mendinginkan harga diesel dan minyak mentah, sehingga dapat meredakan tekanan inflasi yang sulit turun. Biaya energi yang lebih rendah akan memberi ruang lebih lega bagi bank sentral terkait proyeksi arah suku bunga, sekaligus menurunkan permintaan aset safe-haven untuk minyak mentah sambil mendukung sentimen pasar yang lebih luas.

Untuk pasar kripto, menstabilkan harga energi membantu mengurangi ancaman makro gelombang inflasi kedua, yang sebelumnya membatasi aset berisiko. Selera risiko yang membaik biasanya mendorong arus modal kembali ke $BTC dan aset digital ber-beta tinggi ketika ketidakpastian makro mereda. ⚡

#Geopolitics #EnergyMarkets #MacroEconomy