Dulu saya mengira staking pada dasarnya adalah imbal hasil gratis. Kunci beberapa ETH, kumpulkan rewards, selesai.

Tapi semakin saya membaca tentang cara kerja validator sebenarnya, semakin terasa itu terlalu sederhana. Validator Ethereum bisa terkena slashing untuk hal-hal seperti double signing, tidak aktif (offline) membuat Anda terkena penalti, dan proses unstaking tidak instan. Ada exit queue yang bisa berlangsung dari hitungan jam hingga berminggu-minggu, tergantung berapa banyak validator yang keluar sekaligus.

Liquid staking tokens menyelesaikan masalah penguncian, tapi menambah masalah baru. Sekarang Anda mempercayai sebuah smart contract dan siapa pun yang menjalankan node operator di baliknya—di luar protokol itu sendiri.

Yang berubah bagi saya adalah saya berhenti menganggap staking APY sebagai angka tetap, dan mulai bertanya dari mana sebenarnya yield itu berasal dan apa yang bisa menyebabkannya rusak.

Hal yang masih belum pasti bagi saya adalah bagaimana sistem-sistem ini bertahan saat menghadapi tekanan dunia nyata, bukan hanya skenario yang diuji dengan backtest.

Hal apa yang pada awalnya Anda pahami dengan salah tentang staking atau yield?

Opini pribadi, bukan nasihat. Lakukan riset Anda sendiri.

#Ethereum #Staking