Imbal hasil obligasi perlindungan inflasi tenor 10 tahun AS (TIPS 10Y) baru saja menyentuh level 2,622%, tertinggi yang tercatat sejak tahun 2008. Pada saat yang sama, ketegangan di Timur Tengah meningkat ketika Kementerian Luar Negeri Yaman mengeluarkan peringatan untuk membalas Arab Saudi setelah rangkaian 300 serangan udara dalam 5 hari terakhir, menurut TV Nasional Iran (IRIB).

Imbal hasil riil (real yields) mencapai puncak 16 tahun mencerminkan biaya modal riil yang tengah ditekan dengan sangat ketat, sekaligus menunjukkan bahwa tekanan inflasi untuk tenor yang lebih panjang belum bisa mereda ketika risiko geopolitik di kawasan Teluk mengancam langsung rantai pasok minyak global.

Langkah ini memicu sikap kehati-hatian secara luas di pasar keuangan. Imbal hasil riil yang tinggi secara rekor membuat dolar AS tetap perkasa, menekan penurunan langsung aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) seperti emas, serta melemahkan valuasi kelompok saham pertumbuhan.

Untuk pasar kripto, kondisi likuiditas yang makin ketat dan biaya peluang dari arus modal yang meningkat akan membatasi aliran dana spekulatif ke $BTC bersama altcoin. Investor sebaiknya bersiap menghadapi gelombang volatilitas yang kuat dan memprioritaskan pengelolaan risiko likuiditas dalam jangka pendek.

#YieldCurve #Inflation #Geopolitics