Eksperimen 100U Hari ke-9: Senin paling mudah rugi?

Kita sudah sampai lagi ke hari Senin.

Di alun-alun sekarang pasti terbagi jadi dua kelompok:
Satu kelompok menyesali kenapa akhir pekan tidak sempat beli di harga diskon, dan satu kelompok lagi gelisah menunggu pembukaan pasar untuk mencari kesempatan.

Kebanyakan trader ritel di hari Senin punya semacam “penyakit”, namanya sindrom ilusi siklus baru.

Mereka merasa karena minggu baru sudah dimulai, harus melakukan sesuatu, kalau tidak seolah tidak pantas terhadap modal mereka.

Dulu bos pabrik juga seperti itu—kalau hari Senin, pasti tangan gatal.
Mengawasi layar, mengejar order, sering melakukan transaksi, lalu kemungkinan besar hari Senin malah mengalami penarikan besar.

Tapi sistem saya tidak peduli hari apa.
Sistem saya hanya melihat apakah kondisi sudah terpenuhi atau belum, tidak melihat kalender.
Pagi ini, sistem secara otomatis memasang posisi untuk minggu baru untuk saya, dan stop loss otomatis terkunci.
Lalu sistemnya tidur, meninggalkan saya di rumah melamun.

Nilai sesungguhnya dari sistem ada di sini:
Saat sentimen pasar berfluktuasi mengikuti perubahan tanggal, logika eksekusi Anda harus tetap konstan.
Jangan karena hari ini Senin jadi menambah satu order, dan jangan karena Jumat tinggal mengumpulkan tugas jadi asal menutup posisi.
Kalender tidak seharusnya memengaruhi posisi Anda—yang seharusnya adalah kondisi fisiknya.

Minggu baru dibuka seperti kotak misteri, dan kalau sudah ada, lanjutkan menyelesaikan tugas sampai Jumat.
Mau tahu bagaimana sistem menghadapi siklus baru? Klik follow, kita lihat hasilnya pada Jumat nanti.