Ekspektasi kenaikan suku bunga memuncak! Mengapa Wall Street tetap tidak bearish terhadap pasar?
Berita makro terbaru 14 September: peluang The Fed menaikkan suku bunga 25 BP pada minggu ini naik menjadi 87%, atau akan menyusul kenaikan suku bunga pertama dalam tiga tahun.
Namun tiga bank investasi besar—Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan JPMorgan—memiliki pandangan yang sama: kenaikan suku bunga sekali tidak mengubah tren jangka menengah!
Data historis membuktikan: yang benar-benar memicu pasar saham AS (bear market) adalah perlambatan akibat pengetatan yang berlangsung terus-menerus; sedangkan kenaikan suku bunga yang dilakukan sekali hanya menimbulkan gangguan sentimen jangka pendek.
Saat ini, pasar sudah lebih dulu memperhitungkan beberapa kali ekspektasi kenaikan suku bunga, ditambah dengan kinerja emiten saham AS dan neraca yang tetap solid, sehingga kabar negatif pada dasarnya sudah terwujud.
Risiko potensial pasar:
1. Imbal hasil obligasi AS meningkat, bisa memicu koreksi teknis 10% pada saham AS;
2. Harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS akan terus mendorong inflasi, sekaligus menekan valuasi aset.
Kondisi saat ini: S&P 500 mendekati rekor tertinggi, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mendekati 5%, futures Nasdaq lebih dulu terkoreksi; volatilitas pasar dalam waktu dekat akan jelas meningkat.
Kesimpulan inti: kenaikan suku bunga ≠ menuju pasar bearish; guncangan jangka pendek seperti “membersihkan” (washout), jangka menengah tetap lihat ekonomi dan laba! Penularan sentimen makro mengakselerasi pasar crypto, jangka pendek waspadai volatilitas, tren tidak perlu terlalu pesimis!#比特币涨1.64%突破78000美元
Berita makro terbaru 14 September: peluang The Fed menaikkan suku bunga 25 BP pada minggu ini naik menjadi 87%, atau akan menyusul kenaikan suku bunga pertama dalam tiga tahun.
Namun tiga bank investasi besar—Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan JPMorgan—memiliki pandangan yang sama: kenaikan suku bunga sekali tidak mengubah tren jangka menengah!
Data historis membuktikan: yang benar-benar memicu pasar saham AS (bear market) adalah perlambatan akibat pengetatan yang berlangsung terus-menerus; sedangkan kenaikan suku bunga yang dilakukan sekali hanya menimbulkan gangguan sentimen jangka pendek.
Saat ini, pasar sudah lebih dulu memperhitungkan beberapa kali ekspektasi kenaikan suku bunga, ditambah dengan kinerja emiten saham AS dan neraca yang tetap solid, sehingga kabar negatif pada dasarnya sudah terwujud.
Risiko potensial pasar:
1. Imbal hasil obligasi AS meningkat, bisa memicu koreksi teknis 10% pada saham AS;
2. Harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS akan terus mendorong inflasi, sekaligus menekan valuasi aset.
Kondisi saat ini: S&P 500 mendekati rekor tertinggi, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mendekati 5%, futures Nasdaq lebih dulu terkoreksi; volatilitas pasar dalam waktu dekat akan jelas meningkat.
Kesimpulan inti: kenaikan suku bunga ≠ menuju pasar bearish; guncangan jangka pendek seperti “membersihkan” (washout), jangka menengah tetap lihat ekonomi dan laba! Penularan sentimen makro mengakselerasi pasar crypto, jangka pendek waspadai volatilitas, tren tidak perlu terlalu pesimis!#比特币涨1.64%突破78000美元

