Berbicara pada pertemuan Senin di lembaga pengawas nuklir PBB, Menteri Energi AS Dan Brouillette menyatakan bahwa arus minyak yang melewati Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut AS menunjukkan tren yang meningkat. Brouillette menekankan bahwa rata-rata volume tujuh hari terus naik, dengan mencatat bahwa puncak yang sebelumnya dilaporkan sebesar 17 juta barel per hari pada 1 September sebenarnya mendekati 18 juta barel per hari setelah memperhitungkan kapal yang tidak tercatat.

Pembaharuan ini krusial bagi pasar energi global karena Selat Hormuz tetap menjadi titik choke transit minyak paling vital di dunia. Bukti adanya arus yang berkelanjutan dan perlindungan angkatan laut mengurangi kekhawatiran segera tentang gangguan pasokan yang parah, sekaligus menjadi penyeimbang premi risiko geopolitik yang telah mendorong volatilitas harga energi.

Di seluruh pasar keuangan tradisional, menstabilkan arus minyak membantu menekan ekspektasi inflasi yang tidak terkendali. Meredakan hambatan energi mengurangi tekanan ke atas pada inflasi utama CPI, mendukung imbal hasil obligasi agar stabil, serta melemahkan permintaan aset safe-haven untuk minyak mentah dan aset defensif tradisional.

Bagi sektor kripto, risiko geopolitik yang lebih rendah di koridor energi membantu menjaga kondisi likuiditas secara keseluruhan. Prospek energi yang distabilkan mengurangi risiko stagflasi, sehingga memberikan latar makroekonomi yang lebih menguntungkan bagi $BTC dan aset digital yang lebih luas saat selera risiko perlahan pulih.

#EnergySecurity #OilMarkets #MacroEconomics