Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) baru saja merilis data pertumbuhan pasokan uang M2 pada bulan Agustus sebesar 7.5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka aktual ini lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 7.6% dan terus melambat dibandingkan 7.7% yang tercatat pada bulan sebelumnya.

Data menunjukkan bahwa laju ekspansi likuiditas di ekonomi terbesar kedua di dunia masih menghadapi tekanan penyusutan yang kuat. Permintaan pinjaman dari sektor korporasi maupun rumah tangga melemah, mencerminkan sentimen hati-hati yang berkepanjangan sekaligus menjadi tantangan besar bagi target pemulihan ekonomi Beijing pada paruh kedua tahun ini.

Bagi pasar keuangan global, perlambatan M2 Tiongkok memperkuat ekspektasi bahwa PBOC akan segera meluncurkan paket stimulus fiskal tambahan dan melonggarkan kebijakan moneter secara lebih agresif. Hal ini dapat menekan nilai yuan, sementara pasar komoditas dasar menghadapi risiko permintaan yang kurang menggembirakan.

Khusus bagi pasar kripto, perlambatan pertumbuhan likuiditas domestik Tiongkok dalam jangka pendek dapat membatasi aliran modal spekulatif baru. Meski demikian, ekspektasi pemangkasan suku bunga atau injeksi likuiditas oleh PBOC dalam waktu dekat tetap menjadi potensi pendorong yang mendukung $BTC dan aset berisiko lainnya saat arus dana mencari tempat berlindung.

#ChinaEconomy #MoneySupply #MacroEconomics