Sepertinya kepastian regulasi di AS membuat satu langkah penting lagi ke depan. Berdasarkan pembaruan terakhir, Presiden Trump menyetujui dimasukkannya pembatasan etika yang serius ke dalam RUU CLARITY Act.

Jika singkat — aturan permainan untuk pejabat berposisi tinggi dan proyek kripto menjadi jauh lebih ketat. Berikut poin-poin utamanya:
🔹 Trust buta atau penjualan aset. Pejabat federal tingkat teratas tidak lagi dapat begitu saja menahan dalam jumlah besar kripto — mereka harus benar-benar melepaskan aset digital yang signifikan, atau menyerahkannya ke pengelolaan trust buta yang berkualifikasi (QBT).
🔹 Kontrol melalui jaksa agung negara bagian. Penegakan larangan terkait penerbitan, pensponsoran, atau kepemilikan kripto oleh pejabat dapat dilakukan langsung oleh para Jaksa Agung negara bagian. Ini mengurangi risiko regulasi "manual" di tingkat federal.
🔹 Delisting untuk pelanggar. Bursa akan melarang langsung untuk mencantumkan token yang diterbitkan atau disponsori dengan pelanggaran terhadap aturan-aturan ini.
🔹 Denda yang sangat berat. Untuk pelanggaran, ada sanksi: 20% dari nilai transaksi atau $500.000 — yang lebih besar akan ditarik.
⏳ Kapan menunggu? Paket lengkap aturan harus mulai berlaku selambat-lambatnya 360 hari setelah pengesahan akhir undang-undang tersebut.
Kesimpulanku: Untuk pasar, ini lebih mungkin merupakan nilai tambah. Penerapan aturan seperti ini menghilangkan tuduhan "konflik kepentingan" pada para politisi dan membuka jalan menuju pemungutan suara final untuk CLARITY Act, yang dinantikan seluruh modal institusional.
Apa pendapat Anda, apakah ini akan mengurangi manipulasi di pasar atau hanya menambah birokrasi?
#ClarityActLawIn2026OddsRiseTo30%
#AnthropicCEOCallsForAISlowdown
#WhiteHouseRejectsAISlowdownCalls
#BitcoinSpotETFsRecord$463MNetOutflowLastWeek $BTC



