#GlobalMarketUpdate

14 Sept: Pasar AS dibuka kembali setelah beberapa nama besar AI menghabiskan akhir pekan memperingatkan bahwa pertumbuhan AI mungkin perlu melambat.

Ini penting karena seluruh pasar saham telah bertumpu pada perdagangan berbasis AI.

15 Sept: Pemungutan suara Undang-Undang CLARITY terjadi.

Beberapa Republikan, bank, dan institusi sudah memperingatkan bahwa RUU tersebut mungkin tidak lolos, yang bisa mematikan salah satu katalis bullish terbesar di pasar.

16 Sept: The Fed memutuskan suku bunga, dengan peluang kenaikan harga (hike) sudah mendekati 90%.

Sejak 2007–08, ketika ekspektasinya sekuat ini, The Fed biasanya melakukan hal yang sama.

17 Sept: Data perumahan AS turun sementara suku bunga KPR (mortgage rates) sudah mulai naik.

Jika pembangunan perumahan (housing starts) mulai merosot, kekhawatiran resesi bisa menjadi jauh lebih buruk.

18 Sept: Jepang melaporkan CPI, dan BOJ memutuskan suku bunga.

Jika inflasi keluar lebih panas, Jepang bisa memberi sinyal adanya kenaikan suku bunga yang lebih banyak.

Dan jika pasar mulai tergelincir, CTAs berpotensi melepas (dump) $140-$150 MILIAR saham AS.

Semua ini terjadi pada bulan September, yang memang sudah menjadi salah satu bulan terburuk secara historis bagi pasar.

Satu katalis yang buruk saja bisa cukup untuk memicu pekan yang kejam di saham, kripto, dan logam mulia.#globelmarket #ClarityActLawIn2026OddsRiseTo30% #BTC☀️ #CryptoTrading.