Pendle baru-baru ini mengubah Stock Tokens NVDA dan PFE di Robinhood Chain menjadi pasar imbal hasil.

Yang menjadi fokus bukan sekadar bertambahnya dua kolam transaksi, melainkan pokok token saham dan dividen masa depan kini dapat dipisahkan menjadi dua aset yang berdiri sendiri.

Mekanismenya mirip dengan pemecahan obligasi. PT mewakili bagian pokok yang dapat ditebus setelah jatuh tempo, sedangkan YT mewakili imbal hasil yang dihasilkan sebelum jatuh tempo. Membeli YT bukan berarti membeli saham tambahan, melainkan membeli arus kas dividen masa depan secara terpisah. Semakin dekat ke tanggal jatuh tempo, semakin singkat sisa waktu untuk memperoleh imbal hasil dari YT, sehingga nilainya ikut terdepresiasi.

Yang paling mudah membingungkan di sini adalah hierarki aset.

Dokumentasi resmi Robinhood secara jelas menyatakan bahwa Stock Tokens adalah sekuritas utang tokenisasi dalam bentuk ERC-20, yang memberikan eksposur ekonomi terhadap saham yang mendasarinya, tetapi tidak sama dengan mendapatkan kepemilikan hukum atau kepemilikan manfaat langsung atas saham tersebut. Pendle melakukan pemisahan atas pokok dan imbal hasil dari token ini, bukan memotong saham asli menjadi dua bagian.

Bagi pengguna dompet, alur operasinya juga menjadi lebih panjang: menyiapkan aset pada chain target dan ETH Gas terlebih dahulu, lalu berinteraksi dengan kontrak PT, YT, atau kontrak liquidity pool. Setiap tambahan satu lapisan dalam suatu kombinasi, berarti bertambah pula satu lapisan kontrak, harga, serta aturan jatuh tempo yang perlu diperiksa.

Setelah token saham masuk ke DeFi, perubahan paling besar bukan pada waktu transaksi, melainkan pada hak atas aset yang dimodulasi lebih lanjut. Dompet bertanggung jawab untuk penandatanganan dan penyimpanan, namun tidak bisa menghilangkan risiko penerbitan, kontrak, dan penetapan harga imbal hasil untuk pengguna.

#Robinhood #RWA #Pendle