Orang yang melakukan trading, mau sedikit atau banyak, pasti punya semacam “penyakit profesi”.
Aku mau ceritakan beberapa yang ada pada diriku sendiri dulu:
Pertama, ponsel selalu dinyalakan berdering. Bahkan saat tidur pun begitu. Takut kalau pergerakan pasar terjadi dan tidak terdengar, lalu melewatkan sesuatu. Kadang tengah malam ponsel bergetar sedikit, langsung terbangun. Begitu bangun, yang pertama kulakukan adalah lihat chart. Kadang ternyata cuma SMS sampah, tapi orangnya sudah terjaga, dan susah tidur lagi sampai berjam-jam.
Kedua, makannya sangat cepat. Dulu ketika masih trading kontrak, begitu ada pergerakan harga, rasanya bahkan tidak sempat makan. Cuma menyuap beberapa kali lalu harus fokus menatap chart. Lama-lama, meski sekarang sudah tidak se-tegang dulu, cara makannya tetap cepat, sulit diubah. Kalau makan bareng teman-teman, mereka masih pelan-pelan mengobrol, sementara aku sudah selesai duluan, lalu duduk menunggu.
Ketiga, sensitif melihat warna merah-hijau. Waktu belanja di supermarket, lihat label harga yang merah atau hijau, reaksi pertama di kepalaku adalah langsung terbayang chart. Saat nyetir dan menunggu lampu merah, begitu lampu hijau menyala, kata pertama yang muncul di kepalaku malah “tembus”. Terdengar lucu kalau diceritakan, tapi memang benar refleks.
Keempat, tidak terlalu suka mengobrol dengan orang soal trading. Dalam kehidupan nyata, kalau orang bertanya aku kerja apa, aku bilang kerja di bidang internet, atau mengurus investasi, dan tidak dibahas secara detail. Bukan karena tidak mau cerita, tapi karena kalau diceritakan pun tidak ada yang paham. Dan kalau mengobrol tentang kondisi pasar dengan orang di luar lingkaran, makin lama makin capek.
Kalian bagaimana? Setelah mulai trading, kebiasaan atau “penyakit” apa yang kalian dapat?
Mari ngobrol di ruang chat, lihat apakah gejalanya sama dengan yang lain.
#BinanceSquare #BTC #交易者日常 #交易心得分享
Aku mau ceritakan beberapa yang ada pada diriku sendiri dulu:
Pertama, ponsel selalu dinyalakan berdering. Bahkan saat tidur pun begitu. Takut kalau pergerakan pasar terjadi dan tidak terdengar, lalu melewatkan sesuatu. Kadang tengah malam ponsel bergetar sedikit, langsung terbangun. Begitu bangun, yang pertama kulakukan adalah lihat chart. Kadang ternyata cuma SMS sampah, tapi orangnya sudah terjaga, dan susah tidur lagi sampai berjam-jam.
Kedua, makannya sangat cepat. Dulu ketika masih trading kontrak, begitu ada pergerakan harga, rasanya bahkan tidak sempat makan. Cuma menyuap beberapa kali lalu harus fokus menatap chart. Lama-lama, meski sekarang sudah tidak se-tegang dulu, cara makannya tetap cepat, sulit diubah. Kalau makan bareng teman-teman, mereka masih pelan-pelan mengobrol, sementara aku sudah selesai duluan, lalu duduk menunggu.
Ketiga, sensitif melihat warna merah-hijau. Waktu belanja di supermarket, lihat label harga yang merah atau hijau, reaksi pertama di kepalaku adalah langsung terbayang chart. Saat nyetir dan menunggu lampu merah, begitu lampu hijau menyala, kata pertama yang muncul di kepalaku malah “tembus”. Terdengar lucu kalau diceritakan, tapi memang benar refleks.
Keempat, tidak terlalu suka mengobrol dengan orang soal trading. Dalam kehidupan nyata, kalau orang bertanya aku kerja apa, aku bilang kerja di bidang internet, atau mengurus investasi, dan tidak dibahas secara detail. Bukan karena tidak mau cerita, tapi karena kalau diceritakan pun tidak ada yang paham. Dan kalau mengobrol tentang kondisi pasar dengan orang di luar lingkaran, makin lama makin capek.
Kalian bagaimana? Setelah mulai trading, kebiasaan atau “penyakit” apa yang kalian dapat?
Mari ngobrol di ruang chat, lihat apakah gejalanya sama dengan yang lain.
#BinanceSquare #BTC #交易者日常 #交易心得分享
