Editorial ini berasal dari edisi minggu ini buletin Week in Review, yang dikirim kepada pelanggan pada hari Jumat. Berlangganan buletin agar Anda mendapatkan editorial mingguan ini segera setelah selesai. Buletin ini juga memuat berita-berita terbesar minggu ini, dengan komentar untuk setiap cerita.

Sejak Jumat lalu, bitcoin telah bergerak lebih rendah, turun sekitar -4% secara total per Jumat pagi ini. Saham AS ditutup lebih rendah setiap hari perdagangan sejauh minggu ini, didorong oleh harga minyak yang meningkat, imbal hasil obligasi AS yang naik, dan meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Prospek jangka panjang bitcoin tetap konstruktif. Bitcoin telah kembali merebut rata-rata pergerakan eksponensial 20, 50, dan 200 minggu—sesuatu yang secara historis tidak diikuti oleh penurunan titik terendah siklus baru. Bitcoin juga mencetak golden cross pertamanya sejak Mei 2025, meski Benjamin Cowen mengingatkan bahwa momen seperti ini sering kali mendahului koreksi.

Korelasi 90 hari antara bitcoin dan emas juga semakin mendekati rekor tahun 2020. Seperti emas kuning, emas digital diuntungkan oleh narasi pelemahan nilai mata uang.

Risiko geopolitik dan makroekonomi yang dibahas dalam buletin minggu lalu tampaknya semakin mengarah ke sisi bawah. Konflik kinetik di Timur Tengah meningkat minggu ini, memberi tekanan pada pasar energi.

Laporan tentang kemungkinan serangan pipa Houthi, yang melibatkan setidaknya tiga serangan drone, membuat Timur Tengah kembali menjadi sorotan. Qatar, yang sebelum perang memasok sekitar seperlima LNG global, dilaporkan sedang membahas pembelian LNG AS. Ini adalah contoh yang sangat mencolok tentang tingkat gangguan yang terjadi. Diesel sedang naik, yang berdampak pada banyak bagian ekonomi riil.
#DCA #BTC #BinanceSquare #bitcoin