Standar token adalah sekumpulan aturan dan spesifikasi yang menentukan bagaimana token beroperasi dan berfungsi di blockchain. Pedoman ini memastikan bahwa perangkat lunak yang berbeda, seperti dompet (wallet) dan aplikasi, dapat berinteraksi dengan token secara terprediksi, tanpa perlu memahami kode yang mendasarinya. Standar token berbeda tergantung pada blockchain tempat standar tersebut dibuat dan kasus penggunaan yang dimaksud. Token yang dibuat di bawah standar yang berbeda memiliki pedoman yang berbeda pula, sehingga tidak kompatibel. Namun, token tersebut dapat diperdagangkan sebagai token terbungkus (wrapped), meskipun berada di blockchain yang berbeda dan memiliki standar yang berbeda, atau melalui jembatan blockchain.
Token yang dibungkus memungkinkan pertukaran token yang efisien dan memungkinkan perdagangan berbagai token di blockchain lain. Token-token ini mewakili aset lain di blockchain yang berbeda dan dibuat dengan menyetor aset asli ke dalam sebuah smart contract, yang kemudian menerbitkan jumlah token yang dibungkus secara ekuivalen di blockchain tujuan. Hal ini memungkinkan aset dari satu blockchain digunakan di blockchain lain, sehingga menciptakan interoperabilitas antara berbagai platform dan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Selain itu, jembatan blockchain memfasilitasi interoperabilitas antar token dengan standar yang berbeda atau smart contract yang berbeda. Jembatan ini sering digunakan untuk menghubungkan blockchain yang terpisah yang berjalan pada protokol atau fungsionalitas yang berbeda. Jembatan memfasilitasi pemindahan aset atau data antara ekosistem blockchain yang sebelumnya terisolasi. Umumnya, jembatan melibatkan smart contract atau protokol terdesentralisasi lainnya untuk memastikan keamanan dan sifat tanpa kepercayaan (trustlessness) dalam proses pemindahan tersebut.
Secara keseluruhan, standar token mengikuti proses persetujuan yang disetujui oleh komunitas sebelum standar tersebut bisa menjadi
digunakan.