Hari ini, yang paling ramai dibicarakan di bursa adalah pernyataan Bessent. Ia mengatakan Kementerian Keuangan akan melakukan pembelian kembali (buyback) sebesar maksimum 6 miliar dolar AS untuk obligasi pemerintah jangka panjang, lalu langsung melemparkan sindiran kepada pihak yang short. Intinya, ia sedang berada di posisi “pemilik meja”, jadi siapa pun yang ingin menantang silakan saja. Kalimat ini bobotnya jauh lebih besar daripada angka 6 miliar dolar itu sendiri. Menteri Keuangan turun tangan secara langsung untuk berkomunikasi; pasar yang didengar bukan angkanya, melainkan sikapnya. Namun, di saat yang sama, ia menyangkal bahwa itu adalah QE, mengatakan hanya variasi dari operasi yang sempat dilakukan pada waktu lalu yang bersifat “distorsi”.

Di sisi lain, tekanan makro masih terus berlanjut. Setelah data CPI keluar, probabilitas kenaikan suku bunga didorong hingga 76% oleh pasar, sementara harga minyak Brent melonjak ke 109 dolar AS. Dalam kondisi seperti ini, leverage pada altcoin ditekan sangat keras. Kepemilikan ZEC turun 20% dari rekor 2,4 miliar dolar AS. Sementara itu, porsi Bitcoin dalam total open interest kripto naik dari 37% menjadi 42,1% hanya dalam seminggu. Ini bukan kabar yang baik—menandakan dana sedang bersembunyi ke aset besar (big bet), sementara altcoin mengalami deleveraging.

Ada satu hal lain yang patut dicermati: pemungutan suara Senat terhadap RUU yang lebih jelas. Saham-saham terkait kripto sudah menguat lebih dulu.

Penilaian saya sangat lugas: komunikasi Kementerian Keuangan bisa menopang sentimen jangka pendek, tetapi ekspektasi kenaikan suku bunga dan harga minyak adalah “batu besar” yang benar-benar menekan di atas kepala. Sinyal dana yang terkonsentrasi ke BTC, jangan dibaca sebagai bullish; itu adalah tindakan menghindari risiko. Di situasi seperti ini, sebaiknya menjauh dulu dari altcoin yang berleverage tinggi.

#比特币 #币安广场 #宏观 #market_sentimen