Imbal hasil obligasi AS tiba-tiba melonjak ke 4,61%, pasar mulai kembali memasang taruhan pada kenaikan suku bunga The Fed bulan September
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun sudah menembus sekitar 4,61%, dan mencetak level tertinggi dalam lebih dari setahun. Posisi ini cukup sensitif, karena imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun pada dasarnya adalah cerminan langsung dari ekspektasi pasar terhadap suku bunga jangka pendek The Fed
Kini, jarak menuju pertemuan FOMC pada 15–16 September sudah semakin dekat
Sebelumnya pasar masih membahas penurunan suku bunga, namun setelah data inflasi terbaru keluar, ekspektasi langsung berbelok. Inflasi CPI bulan Agustus secara tahunan 3,4%, inflasi inti lebih tinggi dari perkiraan, ditambah harga energi yang kembali meningkat, membuat taruhan pasar terhadap kenaikan suku bunga September memanas dengan cepat. Laporan terbaru Reuters juga menunjukkan bahwa pasar telah secara jelas meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga pada September
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun juga sempat mendekati 5%, sementara tenor 30 tahun bahkan naik ke sekitar 5,38%
Jadi, yang benar-benar dikhawatirkan pasar sekarang bukan lagi sekadar “apakah kenaikan suku bunga terjadi pada September atau tidak”, melainkan apakah jika The Fed terus mempertahankan sikap yang condong hawkish, suku bunga tinggi dapat kembali menjadi faktor penekan bagi aset berisiko
Bagi kripto, beberapa data ke depan akan sangat menentukan:
imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun, indeks dolar (DXY), keputusan FOMC September, serta pernyataan The Fed setelah rapat terkait jalur kenaikan suku bunga berikutnya
Jika pada September benar-benar terjadi kenaikan 25 basis poin, perhatian pasar akan cepat bergeser dari “jadi atau tidak jadi” menjadi “apakah masih akan terus dinaikkan hingga akhir tahun”. Bahkan, beberapa institusi saat ini sudah mulai memperkirakan kenaikan beruntun pada September dan Desember.
Minggu ini, permainan makro kemungkinan kembali jadi sorotan
#美国10年期国债收益率逼近5%
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun sudah menembus sekitar 4,61%, dan mencetak level tertinggi dalam lebih dari setahun. Posisi ini cukup sensitif, karena imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun pada dasarnya adalah cerminan langsung dari ekspektasi pasar terhadap suku bunga jangka pendek The Fed
Kini, jarak menuju pertemuan FOMC pada 15–16 September sudah semakin dekat
Sebelumnya pasar masih membahas penurunan suku bunga, namun setelah data inflasi terbaru keluar, ekspektasi langsung berbelok. Inflasi CPI bulan Agustus secara tahunan 3,4%, inflasi inti lebih tinggi dari perkiraan, ditambah harga energi yang kembali meningkat, membuat taruhan pasar terhadap kenaikan suku bunga September memanas dengan cepat. Laporan terbaru Reuters juga menunjukkan bahwa pasar telah secara jelas meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga pada September
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun juga sempat mendekati 5%, sementara tenor 30 tahun bahkan naik ke sekitar 5,38%
Jadi, yang benar-benar dikhawatirkan pasar sekarang bukan lagi sekadar “apakah kenaikan suku bunga terjadi pada September atau tidak”, melainkan apakah jika The Fed terus mempertahankan sikap yang condong hawkish, suku bunga tinggi dapat kembali menjadi faktor penekan bagi aset berisiko
Bagi kripto, beberapa data ke depan akan sangat menentukan:
imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun, indeks dolar (DXY), keputusan FOMC September, serta pernyataan The Fed setelah rapat terkait jalur kenaikan suku bunga berikutnya
Jika pada September benar-benar terjadi kenaikan 25 basis poin, perhatian pasar akan cepat bergeser dari “jadi atau tidak jadi” menjadi “apakah masih akan terus dinaikkan hingga akhir tahun”. Bahkan, beberapa institusi saat ini sudah mulai memperkirakan kenaikan beruntun pada September dan Desember.
Minggu ini, permainan makro kemungkinan kembali jadi sorotan
#美国10年期国债收益率逼近5%
