Nyaris Celaka Solana: Bagaimana Jaringan Hampir Mengalami Penghentian dalam Jarak 4,5%
Pada 12 Agustus 2026, Solana mengalami upaya paling dekat dengan penghentian menyeluruh (network-wide halt) sejak pemadaman penuh terakhir pada Februari 2024—namun kali ini, penyebabnya tidak ada hubungannya dengan kode yang bermasalah atau spam bot. Penyebabnya adalah kegagalan perutean yang terjadi jauh di dalam “jaringan pipa” internet.
Apa yang Terjadi
Gangguan perutean BGP (Border Gateway Protocol) melanda TeraSwitch, sebuah penyedia layanan hosting yang digunakan oleh sebagian besar validator Solana. BGP adalah protokol yang menentukan bagaimana data menemukan jalannya melintasi internet antarjaringan—ketika protokol ini berperilaku tidak semestinya, seluruh kelompok server dapat seolah-olah menghilang dari peta internet, meskipun server-server tersebut sendiri tetap berjalan normal.
Gangguan tersebut secara bersamaan membuat sekitar 90 validator offline, yang mewakili 28,83% dari seluruh SOL yang dipertaruhkan.
Mengapa Angka Ini Penting
Mekanisme konsensus Solana memiliki ambang kritis: jika 33,34% dari SOL yang dipertaruhkan menjadi offline secara bersamaan, jaringan tidak lagi dapat menyelesaikan transaksi, dan produksi blok berhenti sepenuhnya — sehingga diperlukan jenis restart validator yang terkoordinasi yang pernah menandai pemadaman Solana di masa lalu.
Pada 12 Agustus, jaringan nyaris mencapai dalam 4,51 poin persentase dari ambang batas tersebut. Memang sangat dekat, tetapi Solana tidak pernah benar-benar berhenti.
Mengapa Jaringan Tetap Berjalan
Berbeda dari insiden-insiden besar Solana sebelumnya — seperti kegagalan fork-choice selama sekitar 8,5 jam pada September 2022, atau penghentian selama lima jam pada Februari 2024 akibat loop rekopilasi di pemuat Berkeley Packet Filter (BPF) — peristiwa ini sama sekali tidak melibatkan bug konsensus atau kegagalan level klien.
Selama rentang waktu sekitar 30–33 menit:
Produksi blok terus berjalan tanpa gangguan
Transaksi tetap diproses dan diselesaikan secara normal
Tidak pernah ada dana pengguna yang berisiko
597 dari 699 validator yang dipertaruhkan tetap melakukan voting sepanjang waktu
Karena ini murni masalah jaringan/infrastruktur, bukan cacat pada protokol inti Solana, masalah itu pulih dengan sendirinya setelah router yang terdampak melakukan konvergensi ulang — tidak ada patch darurat, tidak ada restart terkoordinasi, tidak diperlukan pembaruan klien.
Pelajaran Sesungguhnya: Konsentrasi Infrastruktur
Insiden ini mengubah arah pembahasan mengenai keandalan Solana. Selama bertahun-tahun, gangguan jaringan dikaitkan dengan spam transaksi dan bug perangkat lunak pada klien validator. Kali ini, kerentanannya adalah konsentrasi infrastruktur — terlalu banyak validator yang bergantung pada penyedia hosting yang sama dan jalur routing internet yang sama, sehingga menciptakan satu titik kegagalan yang tidak ada hubungannya dengan kode blockchain.
Sebagai respons, Solana Foundation telah memperketat aturan keragaman infrastrukturnya. Per 1 Mei 2026, validator yang didukung Foundation harus memastikan:
Tidak ada satu ASN (autonomous system / jaringan hosting) pun yang memegang lebih dari 25% dari pangsa jaringan
Tidak ada satu operator pusat data pun yang memegang lebih dari 15% dari pangsa jaringan
Batas-batas ini tidak akan mencegah setiap gangguan di masa depan, tetapi dirancang agar kegagalan routing satu penyedia tidak pernah lagi mengancam konsensus.
Konteks: Rentang Stabil yang Panjang
Waktunya patut diperhatikan. Sebelum peristiwa ini, Solana telah mempertahankan 100% uptime tingkat klaster selama sekitar 30 bulan berturut-turut setelah gangguan penuh terakhirnya pada Februari 2024 — ini merupakan rentang keandalan terpanjang sejak diluncurkan. Kepanikan pada 12 Agustus tidak memutus rangkaian halts nyata tersebut, tetapi menjadi pengingat bahwa "uptime" bergantung lebih dari sekadar kode yang bersih — ia juga bergantung pada infrastruktur fisik dan jaringan yang mendasarinya.
Sumber: Laporan status Solana Foundation; analisis insiden dari Spotted Crypto dan Bitcoin Foundation, Agustus 2026.

