📢🔊 DAN INVESTOR LAINNYA PADA ASET DIGITAL YANG DIPRODUKSI DI AS📌 👁️ LIHAT INI👁️

Anggota kongres Bryan Steil (ketua Subkomisi Aset Digital di DPR) berpendapat bahwa fokus pada pemungutan suara tanggal 15 September (Undang-Undang CLARITY) adalah kesalahan sudut pandang: meskipun Washington memerlukan waktu untuk mengesahkan undang-undang tersebut, infrastruktur keuangan berbasis blockchain terus dibangun.

Ia menyebutnya sebagai "Saluran" Pembayaran, Penyelenggaraan (custody), Penyelesaian (settlement), FX, Tokenisasi—fondasi yang tak terlihat dari sistem keuangan.
Steil menyoroti bahwa XRP, XLM, dan HBAR sudah diklasifikasikan sebagai "komoditas digital" di AS dan memiliki infrastruktur nyata yang sedang dibangun:

$XRP /Ripple: membangun tumpukan lengkap (pembayaran, RLUSD, custody, pialang prime, kredit). Ripple Prime memproses +US$ 3 triliun/tahun untuk 300+ klien institusional. XRP akan berperan sebagai jembatan likuiditas otomatis antar berbagai mata uang digital (mis: USD→XRP→MXN) ketika perangkat lunak mengidentifikasi ini sebagai rute terbaik.

$XLM /Stellar: US Bank menguji stablecoin-nya USBDC di jaringan antara AS dan Eropa, terintegrasi dengan sistem internal bank. DTCC (yang mengawasi +US$ 114 triliun) berencana menghubungkan aset yang ditokenisasi ke Stellar mulai 2027, menandakan Wall Street akan menggunakan blockchain dalam infrastruktur mereka sendiri—bukan digantikan olehnya.

$HBAR /Hedera: sudah menghosting stablecoin milik negara bagian Wyoming, FRNT, lebih dari 100 aset tokenisasi melalui Archax (US$ 300+ juta) dan US$ 5 miliar properti tokenisasi melalui RedSwan. Jaringan ini mengembangkan alat seperti Stablecoin Studio dan Asset Tokenization Studio untuk penggunaan institusional yang teregulasi.

Steil menyimpulkan bahwa keterlambatan politik tidak sama dengan pembalikan teknologi: AS tidak memutuskan apakah teknologi itu akan ada, melainkan apakah mereka akan memimpin teknologi tersebut dengan aturan yang jelas.
Terlepas dari ritme Kongres, #RİPPLE , Stellar, dan #hedera terus membangun infrastruktur ini—dan siapa pun yang memiliki XRP, #XLM , dan HBAR akan berada dalam posisi pada sistem keuangan yang semakin digital, bukan sekadar bertaruh pada hasil sebuah pemungutan suara.