Bitcoin: Para pembeli mengabaikan dasar di 58.000 dolar

Pasar kripto mengingat langkah brutal BTC yang jatuh di bawah 58.000 dolar pada bulan Juli. Namun, data on-chain menunjukkan respons yang jauh lebih lemah dari yang diperkirakan setelah penurunan tersebut. Keengganan para pembeli ini kini memunculkan pertanyaan utama: apakah level itu benar-benar menjadi dasar yang bertahan lama? Indikator HODL Waves memberikan pemahaman yang lebih tepat mengenai pergerakan pasokan terkini. Perkembangannya terutama menunjukkan akumulasi yang pelan—berbeda dengan reaksi yang terlihat di titik-titik terendah sebelumnya dalam siklus.

Bitcoin sempat jatuh di bawah 58.000 dolar pada 1 Juli, mencapai level terendahnya sejak September 2024.

Pasokan yang bertahan antara satu hingga tujuh hari hanya naik dari 1,97% menjadi 2,35% setelah level terendah tersebut.

Willy Woo menilai respons on-chain yang lemah ini sebagai “anomali” dan mengemukakan adanya akumulasi yang dilakukan oleh sedikit pembeli.

Para analis masih memperdebatkan apakah titik terendah Juli menandai dasar pasar serta risiko terjadinya penurunan baru.

Pada bulan Agustus, ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sebesar 3,8 miliar dolar selama tiga minggu.

Indikator on-chain HODL Waves mengelompokkan bitcoin berdasarkan lamanya waktu menganggur di dompet. Indikator ini memungkinkan pemantauan beberapa kelompok pasokan. Rentang yang tidak aktif dari satu hingga tujuh hari memberikan indikasi mengenai aktivitas setelah pergerakan besar. Ukuran ini membentuk motif gelombang pada grafik dan membantu melihat perubahan di sekitar harga-harga kunci.

Pada 1 Juli, harga bitcoin/USD sempat berada di bawah 58.000 dolar. Ia mencapai level terendah sejak September 2024, menurut data indikator. Namun, pasokan yang menganggur dari satu hingga tujuh hari tidak banyak bergerak. Pasokan itu pada hari tersebut adalah 1,97% dari pasokan, lalu hanya mencapai 2,35% pada 5 Juli.

$BTC
$ONE
$CHAI.US
#BTC