Revolut kembali mengungkap bahwa data pengguna diambil, kali ini bahkan informasi paspor dan catatan kepemilikan Bitcoin ikut bocor. Pelaku menyamar sebagai lembaga pemerintah saat mengirim email, lalu mengikuti prosedur internal sehingga data diserahkan begitu saja. Sepanjang proses ini tidak ada celah teknis—murni karena alur/prosedur dapat dipahami oleh orang yang tepat. Paspor adalah bukti identitas yang tidak bisa diganti; begitu bocor, upaya phishing dan pencurian identitas akan terus mengikuti pengguna dalam jangka panjang. Ketika catatan kepemilikan Bitcoin dikuasai, ukuran aset pun pada dasarnya sudah terbaca hingga detailnya. Platform keuangan memegang kelompok data yang paling sensitif; setiap email rekayasa sosial bisa berubah menjadi risiko berantai. Menurutmu, kebocoran non-teknis seperti ini, apakah platform harus menanggungnya demi pengguna.
👉 点击链接进入群聊
#Revolut遭假政府邮件骗取用户数据