Menurut Ecoanalítica, antara 11 Juni dan 13 Juli 2026, setidaknya 1,389 miliar dolar AS diperdagangkan di Venezuela dalam USDT, dengan rata-rata 44 juta dolar per hari hanya di P2P sebuah bursa. Arus ini mewakili sekitar 75% dari nilai ekspor minyak bulanan negara tersebut (yang penjualan minyak mentahnya berada di ~1,2 juta barel per hari dengan harga rata-rata Merey sebesar 71,13 $/barel, sehingga total bulanannya sekitar 2.561 juta dolar).
Penyebabnya bersifat struktural: perusahaan minyak milik negara PDVSA sejak 2023–2024 telah menagih pembayaran penjualan minyak mentahnya dalam USDT (terutama melalui jaringan TRON) untuk menghindari sanksi AS yang memblokir rute perbankan tradisional. Ekonom Asdrúbal Oliveros memperkirakan sekitar 80% dari pendapatan minyak sudah diselesaikan dalam USDT. Dalam kehidupan sehari-hari, dolar yang masuk ke sistem "terikat" dalam rekening yang tidak memiliki kemampuan untuk dimobilisasi, sementara USDT dapat ditransfer dalam hitungan detik—sehingga menjadikannya mekanisme perlindungan yang paling diutamakan menghadapi depresiasi bolívar dan inflasi.
Pada penutupan Juli, USDT diperdagangkan di atas 840 bolívar di pasar P2P, dengan menjaga selisih kurs sekitar ~15,5% dibandingkan dengan kurs resmi 727 bolívar per dolar.