【XRP masuk ke ETF baru, kursi paling depan — ETF untuk short-nya justru ditunda hingga 11 Oktober 🚨】
Beranda gabung ke grup penggemar Tuan X 🔥
Pada 11 September, dua dokumen dana AS diperbarui sekaligus, membuat XRP tampil ke panggung utama. Di tabel bobot Cryptex Digital Market Cap ETF, bobot XRP mencapai 4,36%. Urutan bobot ini berada di depan SOL dan Chainlink. Pada dokumen lainnya, ETF yang bertujuan melakukan short XRP ditunda, dengan tanggal mulai berlaku 11 Oktober. Setelah kabar tersebut mendarat, XRP tidak menunjukkan pergerakan yang jelas.
Dulu klarifikasi dua hal ini—mereka sama sekali bukan hal yang sama. Yang pertama adalah dana indeks multi-aset dari Cryptex, dengan kode BAGZ. Dari 36 aset, disaring 19, dan XRP berada di peringkat menengah ke atas; produk ini bahkan belum mulai berlaku. Yang kedua adalah instrumen murni untuk short, yang memperbesar kenaikan-penurunan harian XRP hingga 2 kali lipat. Pada hari itu, XRP turun 3%, sehingga instrumen itu ingin meraup untung 6% dengan memanfaatkan kontrak swap. Kedua dokumen hanya pendaftaran dan pengungkapan; masih jauh dari perdagangan sesungguhnya.
Hal yang benar-benar layak diperhatikan adalah ritme persetujuan yang berubah. Pada 15 September, Senat akan memberikan voting prosedural untuk RUU CLARITY, dengan ambang batas 60 suara. Partai Republik hanya punya 53 kursi, sehingga masih perlu ditarik tambahan 7 suara dari Demokrat. Ketentuan moral sulit disepakati, dan suara penolakan belum mereda. Jika RUU itu tidak lolos, aturan bisa saja bergeser hingga tahun depan. Menunda ETF short pada momentum ini akan dibaca pasar sebagai sinyal untuk menunggu.
Bagi kripto, ETF kini tidak lagi hanya bicara soal spot. Alat untuk long, alat leverage, maupun alat inverse semuanya masih antre. Siapa yang lebih dulu mendapatkan surat persetujuan, dia akan memperoleh satu saluran dana lagi. XRP masuk ke dalam keranjang yang lebih besar—secara jangka panjang ini nilai tambah, tapi dalam jangka pendek justru berpotensi memperbesar volatilitas. Produk-produk inverse seperti ini makin banyak, dan sentimen juga jadi lebih mudah dilebarkan. Pangsa terbesar ada pada BTC dan ETH: yang pertama 25,83%, yang kedua 13,55%.
Menurutmu, penundaan instrumen untuk short itu karena regulator bersikap hati-hati, atau itu adalah “sunyi sebelum badai”? Diskusikan di kolom komentar.
Beranda gabung ke grup penggemar Tuan X 🔥
Pada 11 September, dua dokumen dana AS diperbarui sekaligus, membuat XRP tampil ke panggung utama. Di tabel bobot Cryptex Digital Market Cap ETF, bobot XRP mencapai 4,36%. Urutan bobot ini berada di depan SOL dan Chainlink. Pada dokumen lainnya, ETF yang bertujuan melakukan short XRP ditunda, dengan tanggal mulai berlaku 11 Oktober. Setelah kabar tersebut mendarat, XRP tidak menunjukkan pergerakan yang jelas.
Dulu klarifikasi dua hal ini—mereka sama sekali bukan hal yang sama. Yang pertama adalah dana indeks multi-aset dari Cryptex, dengan kode BAGZ. Dari 36 aset, disaring 19, dan XRP berada di peringkat menengah ke atas; produk ini bahkan belum mulai berlaku. Yang kedua adalah instrumen murni untuk short, yang memperbesar kenaikan-penurunan harian XRP hingga 2 kali lipat. Pada hari itu, XRP turun 3%, sehingga instrumen itu ingin meraup untung 6% dengan memanfaatkan kontrak swap. Kedua dokumen hanya pendaftaran dan pengungkapan; masih jauh dari perdagangan sesungguhnya.
Hal yang benar-benar layak diperhatikan adalah ritme persetujuan yang berubah. Pada 15 September, Senat akan memberikan voting prosedural untuk RUU CLARITY, dengan ambang batas 60 suara. Partai Republik hanya punya 53 kursi, sehingga masih perlu ditarik tambahan 7 suara dari Demokrat. Ketentuan moral sulit disepakati, dan suara penolakan belum mereda. Jika RUU itu tidak lolos, aturan bisa saja bergeser hingga tahun depan. Menunda ETF short pada momentum ini akan dibaca pasar sebagai sinyal untuk menunggu.
Bagi kripto, ETF kini tidak lagi hanya bicara soal spot. Alat untuk long, alat leverage, maupun alat inverse semuanya masih antre. Siapa yang lebih dulu mendapatkan surat persetujuan, dia akan memperoleh satu saluran dana lagi. XRP masuk ke dalam keranjang yang lebih besar—secara jangka panjang ini nilai tambah, tapi dalam jangka pendek justru berpotensi memperbesar volatilitas. Produk-produk inverse seperti ini makin banyak, dan sentimen juga jadi lebih mudah dilebarkan. Pangsa terbesar ada pada BTC dan ETH: yang pertama 25,83%, yang kedua 13,55%.
Menurutmu, penundaan instrumen untuk short itu karena regulator bersikap hati-hati, atau itu adalah “sunyi sebelum badai”? Diskusikan di kolom komentar.
