Baru saja memesan tiket pesawat untuk minggu depan ke Chiang Mai—pergi-pulang sudah termasuk pajak seribu enam ratus, bahkan lebih murah daripada single yang kubeli semalam secara spontan hanya untuk jaga-jaga. Kamis dan Jumat tidak ada data penting apa pun, jadi sekalian menurunkan posisi setengah. Waktu yang kosong tidak kupakai untuk terus memantau chart; mending pergi jalan-jalan beberapa hari. Hotelnya belum kupilih; seperti biasa, tiap perjalanan begini—tiket dulu yang dikejar, sisanya tinggal improvisasi saat nanti. Tahun lalu juga karena sedang impulsif, aku terbang ke Vietnam; hasilnya di Đà Nẵng malah kepeleset lima hari dan tidak pindah-pindah. Kali ini ke Chiang Mai sebenarnya juga belum ada rencana khusus—aku cuma ingin naik motor/sepeda di pegunungan dan duduk seharian di kafe.
Satu-satunya yang bikin kesal adalah si “roti kukus/mandu” (馒头): harus kuantar ke rumah teman untuk dititipkan. Orang itu sepertinya sudah tidak senang sejak jauh-jauh hari; tatapannya ke arahku seperti mau memakan orang.
#旅行 #清迈
Satu-satunya yang bikin kesal adalah si “roti kukus/mandu” (馒头): harus kuantar ke rumah teman untuk dititipkan. Orang itu sepertinya sudah tidak senang sejak jauh-jauh hari; tatapannya ke arahku seperti mau memakan orang.
#旅行 #清迈
