Di acara Onchain Leaders Gathering di Jenewa, BeInCrypto memoderasi diskusi tentang infrastruktur yang diperlukan untuk menghadirkan pasar modal ke dalam jaringan onchain. Para pakar dari Zama, G-20 Group, Blobb.io, dan Rex Change berpendapat bahwa tokenisasi kini menghadapi ujian yang lebih berat dalam membuat pasar onchain menjadi likuid, privat, patuh, dan benar-benar berguna bagi institusi.
Nasdaq dan LSEG mendorong saham ke jalur blockchain. Perkelahian viral baru-baru ini di media sosial terkait token AMC menunjukkan mengapa infrastruktur yang mendasarinya sekarang menjadi lebih penting daripada token itu sendiri.
Nasdaq setuju untuk menginvestasikan $100 juta pada induk Kraken, Payward, untuk mengembangkan infrastruktur bagi ekuitas tokenized. Beberapa hari sebelumnya, London Stock Exchange Group bekerja sama dengan Payward untuk saham UK tokenized dan sebuah rencana venue perdagangan 24 jam.
Namun pertanyaan yang lebih sulit sudah mulai muncul: apa yang sebenarnya terjadi ketika saham bergerak di onchain?
Ini menjadi pokok pembicaraan utama “The New Financial Stack,” sebuah panel yang dimoderatori BeInCrypto pada Onchain Leaders Gathering di Jenewa pada 8 September.
Florent Gabriel dari Blobb.io, Jonathan Mathai dari G-20 Group, Antoine Hello dari Zama, dan François Meurier dari Rex Change membahas hambatan yang masih dihadapi institusi di seluruh infrastruktur, likuiditas, kerahasiaan, dan akses pasar.
“Adopsi perusahaan yang benar-benar terjadi adalah ketika kita melampaui proof-of-concept yang terisolasi,” kata Antoine Hello, Direktur Institusi Keuangan di Zama, yang mengembangkan infrastruktur blockchain yang bersifat rahasia untuk institusi keuangan.
Menjelang acara, Hello berpendapat bahwa institusi memerlukan infrastruktur blockchain publik yang mampu menangani volume besar sambil melindungi informasi keuangan sensitif.
François Meurier merumuskan tantangannya dengan lebih langsung.
“Bukan sekadar di teori, tapi bagaimana hal itu bekerja dalam praktik. Kami melakukan ini setiap hari,” kata Meurier, Pendiri dan Direktur Utama Rex Change, sebuah bursa kripto teregulasi dan layanan OTC berbasis di Jenewa.
Pasar Saham Paralel Sudah Terbentuk
Pasarnya tidak lagi cukup kecil untuk diabaikan. RWA.xyz melacak $2,91 miliar saham tokenized terdistribusi dan $13,31 miliar volume transfer bulanan per 10 September. Lebih dari 3,17 juta alamat memegang aset-aset tersebut.
Namun, pertumbuhannya tidak merata. Jumlah pemegang melonjak 174% dalam 30 hari, sementara volume transfer bulanan turun hampir 53%. Kesenjangan ini menjadi penting jika institusi mengharapkan pasar yang dalam dan andal, bukan sekadar lebih banyak token.
AMC sudah mengungkap masalah lain: kepemilikan.
CEO Adam Aron menyerang Robinhood setelah perusahaan itu menawarkan paparan tokenized ke AMC tanpa persetujuan dari perusahaan tersebut. Produk-produk tersebut melacak sahamnya, tetapi pemegang tidak memiliki saham AMC dan tidak menerima hak-hak pemegang saham yang normal. CEO Robinhood Vlad Tenev telah membela struktur tersebut, dengan berargumen bahwa perusahaan tidak bisa mengendalikan setiap produk keuangan pihak ketiga yang merujuk pada saham mereka.
World Federation of Exchanges telah melangkah lebih jauh, menyebut beberapa ekuitas tokenized pihak ketiga sebagai “tiruan” (mimics) dan memperingatkan bahwa hal itu dapat melemahkan perlindungan investor dan integritas pasar.
Ketegangan itu juga muncul di tempat lain di Jenewa.
“Kami sekarang sudah sangat dalam tahap produksi,” kata Diana-Cezara Toader, Kepala Aset Digital di UBS Asset Management, dalam panel terpisah tentang memindahkan tokenisasi dari tahap uji coba ke pasar yang sudah berjalan. Ia menyoroti likuiditas, infrastruktur bersama, dan regulasi sebagai hambatan yang masih menghalangi adopsi yang lebih luas.
Francesco Ranieri Fabracci menyederhanakan masalah itu menjadi satu kalimat.
“Untuk tokenisasi, Anda perlu membuat token tersebut berguna,” kata Fabracci, Kepala Ekspansi Tokenisasi di Tether, tempat ia bekerja pada Hadron, platform perusahaan untuk membawa aset dunia nyata ke onchain.
Nasdaq dan LSEG menyarankan bahwa Wall Street siap menguji gagasan tersebut dalam skala besar.
Sekarang, infrastruktur tersebut harus membuktikan bahwa saham onchain dapat memberikan likuiditas, privasi, dan hak investor yang membuat saham aslinya berguna sejak awal.
