#revolutconfirmsfakegovemaildatabreach
Kebocoran data Revolut menyoroti pertanyaan penting: siapa yang dapat mengakses riwayat keuangan Anda?
Revolut mengonfirmasi kepada BeInCrypto pada 12 September bahwa pihak yang tidak berwenang menggunakan domain email instansi pemerintah yang sah untuk mengirim permintaan informasi palsu.
Pemberitahuan pelanggan yang dikutip dalam laporan mencantumkan paspor, selfie verifikasi, alamat, dan catatan transaksi Bitcoin. Revolut mengatakan sistemnya dan dana nasabahnya tidak terpengaruh.
Kekhawatanku adalah dokumen identitas dan riwayat keuangan apa yang bisa mereka ungkap jika digabungkan. Kombinasi ini dapat membuat upaya peniruan identitas menjadi lebih meyakinkan, terutama ketika seseorang yang menghubungi nasabah mengetahui detail transaksi sebelumnya.
Bagi pengguna kripto, ini memunculkan pertanyaan tentang informasi sensitif apa yang disimpan oleh platform dan pemeriksaan apa yang diterapkan sebelum informasi tersebut dirilis.
Saya menilai respons Revolut berdasarkan tiga hal:
• Pemberitahuan yang jelas yang menjelaskan catatan mana yang terpapar untuk setiap nasabah yang terdampak.
• Verifikasi independen terhadap siapa pun yang meminta informasi sensitif.
• Bukti bahwa pemeriksaan yang direvisi telah diuji.
Jawaban yang spesifik akan membantu membangun kembali kepercayaan. Pengungkapan lanjutan yang menunjukkan insiden yang lebih luas atau kegagalan verifikasi yang berulang akan melemahkan kepercayaan tersebut.
Pendapat saya: melindungi informasi pribadi pantas mendapat perhatian yang sama besar seperti melindungi saldo akun. Pernyataan yang menenangkan tentang dana hanya mencakup sebagian dari kekhawatiran.
Apa yang perlu Anda lihat dari Revolut agar Anda merasa yakin tentang cara mereka melindungi data nasabah?
#revolut #CyberSecurity #DataPrivacy #CryptoSecurity
$龙虾 $LSK $LAB
Kebocoran data Revolut menyoroti pertanyaan penting: siapa yang dapat mengakses riwayat keuangan Anda?
Revolut mengonfirmasi kepada BeInCrypto pada 12 September bahwa pihak yang tidak berwenang menggunakan domain email instansi pemerintah yang sah untuk mengirim permintaan informasi palsu.
Pemberitahuan pelanggan yang dikutip dalam laporan mencantumkan paspor, selfie verifikasi, alamat, dan catatan transaksi Bitcoin. Revolut mengatakan sistemnya dan dana nasabahnya tidak terpengaruh.
Kekhawatanku adalah dokumen identitas dan riwayat keuangan apa yang bisa mereka ungkap jika digabungkan. Kombinasi ini dapat membuat upaya peniruan identitas menjadi lebih meyakinkan, terutama ketika seseorang yang menghubungi nasabah mengetahui detail transaksi sebelumnya.
Bagi pengguna kripto, ini memunculkan pertanyaan tentang informasi sensitif apa yang disimpan oleh platform dan pemeriksaan apa yang diterapkan sebelum informasi tersebut dirilis.
Saya menilai respons Revolut berdasarkan tiga hal:
• Pemberitahuan yang jelas yang menjelaskan catatan mana yang terpapar untuk setiap nasabah yang terdampak.
• Verifikasi independen terhadap siapa pun yang meminta informasi sensitif.
• Bukti bahwa pemeriksaan yang direvisi telah diuji.
Jawaban yang spesifik akan membantu membangun kembali kepercayaan. Pengungkapan lanjutan yang menunjukkan insiden yang lebih luas atau kegagalan verifikasi yang berulang akan melemahkan kepercayaan tersebut.
Pendapat saya: melindungi informasi pribadi pantas mendapat perhatian yang sama besar seperti melindungi saldo akun. Pernyataan yang menenangkan tentang dana hanya mencakup sebagian dari kekhawatiran.
Apa yang perlu Anda lihat dari Revolut agar Anda merasa yakin tentang cara mereka melindungi data nasabah?
#revolut #CyberSecurity #DataPrivacy #CryptoSecurity
$龙虾 $LSK $LAB
