Ini adalah salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan pemula dalam trading.
Mereka membuka chart 15M atau 1H, melihat sebuah koin yang memompa 50–100%, lalu langsung berpikir, “Sudah kelewat banyak, saatnya short.”
Tapi ketika kamu memperbesar tampilan ke chart 1D, 3D, atau mingguan, kamu menyadari bahwa koin itu masih berada hampir di bagian bawah.
Lihat $LAB here. Di chart 1H, itu terlihat seperti pompa besar dari sekitar $0.045 ke $0.086, tetapi pada time frame 1D, kamu akan melihat bahwa koin itu sebelumnya pernah turun dari $20.
Jika sebuah koin turun dari $10 ke $1 lalu memompa dari $1 ke $2, maka kenaikan 100% itu tidak otomatis berarti harganya terlalu tinggi dan siap untuk turun lagi.
Inilah mengapa scalping tidak sesederhana yang orang kira. Saya selalu menggunakan time frame yang lebih tinggi untuk memahami arah utama terlebih dahulu, lalu time frame yang lebih rendah untuk mencari entry yang bagus.
Mereka membuka chart 15M atau 1H, melihat sebuah koin yang memompa 50–100%, lalu langsung berpikir, “Sudah kelewat banyak, saatnya short.”
Tapi ketika kamu memperbesar tampilan ke chart 1D, 3D, atau mingguan, kamu menyadari bahwa koin itu masih berada hampir di bagian bawah.
Lihat $LAB here. Di chart 1H, itu terlihat seperti pompa besar dari sekitar $0.045 ke $0.086, tetapi pada time frame 1D, kamu akan melihat bahwa koin itu sebelumnya pernah turun dari $20.
Jika sebuah koin turun dari $10 ke $1 lalu memompa dari $1 ke $2, maka kenaikan 100% itu tidak otomatis berarti harganya terlalu tinggi dan siap untuk turun lagi.
Inilah mengapa scalping tidak sesederhana yang orang kira. Saya selalu menggunakan time frame yang lebih tinggi untuk memahami arah utama terlebih dahulu, lalu time frame yang lebih rendah untuk mencari entry yang bagus.
