AI menyelesaikan soal matematika semakin kuat, tetapi para matematikawan mulai khawatir apakah tujuan riset akan tersesat. Tao Zhexuan, Deng Yu, dan 25 pemenang Penghargaan Fields lainnya mengingatkan bersama bahwa jika “menyelesaikan soal” saja dijadikan indikator kemampuan AI, hal itu mungkin menekan pemahaman konsep, penemuan baru, dan pertukaran akademik; juga dapat menimbulkan masalah seperti pencantuman nama (authorship) dan plagiarisme.
Menurut saya, yang lebih patut diperhatikan di sini mungkin bukan apakah AI bisa menjawab soal, melainkan bagaimana riset matematika di masa depan akan menggunakannya.
Menurutmu, apakah AI akhirnya akan lebih menyerupai alat riset, atau justru akan mengubah cara penilaian terhadap riset matematika itu sendiri?
Menurut saya, yang lebih patut diperhatikan di sini mungkin bukan apakah AI bisa menjawab soal, melainkan bagaimana riset matematika di masa depan akan menggunakannya.
Menurutmu, apakah AI akhirnya akan lebih menyerupai alat riset, atau justru akan mengubah cara penilaian terhadap riset matematika itu sendiri?

