Pasar beruang paling menyedihkan pada saat itu—grupnya senyap seperti pemakaman. Dulu sehari bisa ratusan pesan, kemudian tinggal pengumuman sistem: “Si A telah keluar dari grup.” Ada yang mengubah nama grup jadi “Hitung Mundur Nol”, lalu setelah itu bahkan orang yang mengubah nama pun ikut pergi. Itu terjadi musim dingin tahun sebelum-sebelumnya. Bitcoin dari sekitar 69.000 turun hingga mendekati 16.000, dan pesan terakhir di grup itu berhenti hampir dua minggu.
Aku mengenal seorang kakak yang berbisnis perhiasan, orang Chaoshan, dan membuka toko di kawasan Luohu Shui Bei. Waktu orang lain mulai merapikan portofolio dan menjual habis, dia justru mulai membeli. Saat Bitcoin masih di atas 20.000, dia masuk untuk batch pertama; saat turun lagi ke sekitar 20.000, dia tambah lagi; ketika jatuh ke 18.000, dia tambah satu tangan lagi. Dia selalu menyisakan sebagian uang tunai di tangan. Katanya, di bidang ini dia punya aturan sendiri: kalau beli stoknya tidak sampai habis, maka dia baru mengisi penuh.
Setelah membeli semuanya, tidak ada keajaiban. Dia sempat nyangkut kecil setengah tahun. Di tengah-tengah dia sempat turun lagi satu kali. Kerugian mengambang paling parah di catatannya pernah mencapai lebih dari 40%. Pernah saat minum teh dia bilang, sebenarnya pada masa itu dia juga sempat meragukan dirinya sendiri. Keuntungannya ketika dana dibagi digunakan adalah: tidak akan tercekik sampai habis dalam satu kali kejadian, jadi malamnya masih bisa tidur.
Tahun berikutnya, menjelang musim semi, pasar berbalik. Bitcoin naik terus, dan belakangan ini sudah menembus rekor baru. Di grup ada yang bertanya berapa keuntungan yang dia dapat, dia hanya bilang cukup untuk uang sewa toko dan untuk beberapa tahun ke depan. Tapi dia sendiri sempat mengatakan satu kebenaran: kalau waktu itu turun lagi dua puluh persen, cadangan uang yang dia sisakan—dia juga tidak akan sanggup menahan.
Kalau kamu yang menggantikan dia, di titik yang seluruh internet maki-maki sebagai “nol”—kamu berani masuk berapa kali dengan bertahap?
#币圈故事 #熊市记忆
Aku mengenal seorang kakak yang berbisnis perhiasan, orang Chaoshan, dan membuka toko di kawasan Luohu Shui Bei. Waktu orang lain mulai merapikan portofolio dan menjual habis, dia justru mulai membeli. Saat Bitcoin masih di atas 20.000, dia masuk untuk batch pertama; saat turun lagi ke sekitar 20.000, dia tambah lagi; ketika jatuh ke 18.000, dia tambah satu tangan lagi. Dia selalu menyisakan sebagian uang tunai di tangan. Katanya, di bidang ini dia punya aturan sendiri: kalau beli stoknya tidak sampai habis, maka dia baru mengisi penuh.
Setelah membeli semuanya, tidak ada keajaiban. Dia sempat nyangkut kecil setengah tahun. Di tengah-tengah dia sempat turun lagi satu kali. Kerugian mengambang paling parah di catatannya pernah mencapai lebih dari 40%. Pernah saat minum teh dia bilang, sebenarnya pada masa itu dia juga sempat meragukan dirinya sendiri. Keuntungannya ketika dana dibagi digunakan adalah: tidak akan tercekik sampai habis dalam satu kali kejadian, jadi malamnya masih bisa tidur.
Tahun berikutnya, menjelang musim semi, pasar berbalik. Bitcoin naik terus, dan belakangan ini sudah menembus rekor baru. Di grup ada yang bertanya berapa keuntungan yang dia dapat, dia hanya bilang cukup untuk uang sewa toko dan untuk beberapa tahun ke depan. Tapi dia sendiri sempat mengatakan satu kebenaran: kalau waktu itu turun lagi dua puluh persen, cadangan uang yang dia sisakan—dia juga tidak akan sanggup menahan.
Kalau kamu yang menggantikan dia, di titik yang seluruh internet maki-maki sebagai “nol”—kamu berani masuk berapa kali dengan bertahap?
#币圈故事 #熊市记忆
