Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed mendekati 90%, tapi saham AS justru naik.

Ini mungkin sinyal harga paling layak dipahami semalam.

AS, inflasi inti CPI (Core CPI) bulan Agustus secara bulanan +0,3%, lebih tinggi dari perkiraan +0,2%.

Setelah data keluar, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga 25 bp minggu depan terus naik hingga mendekati 90%.

Tapi di sisi lain:

S&P 500 +0,86%
Nasdaq +0,96%
Dow +0,98%

Kenapa CPI yang cenderung panas tidak terus “membantai” aset berisiko?

Karena masalah yang benar-benar diperdagangkan pasar telah berubah.

Pertama, kenaikan suku bunga pada bulan September semakin dekat dengan kondisi “price-in”.

Kini pertanyaannya bukan lagi:

“Apakah The Fed akan menaikkan?”

Melainkan mulai menjadi:

“Setelah kali ini, apakah masih perlu lanjut naik?”

Sinyal kedua bahkan lebih penting:

Imbal hasil 10Y tidak berhasil menembus 5%.

Setelah CPI keluar, imbal hasil AS 10Y sempat menyentuh mendekati 4,98%, lalu malah kembali turun ke sekitar 4,93%.

Artinya:

The Fed kemungkinan lebih besar untuk menaikkan suku bunga ≠ biaya modal jangka panjang harus terus lepas kendali.

Kemarin kita bahas bahwa Core 0,3% adalah zona abu-abu yang paling perlu dilihat konfirmasi lewat harga.

Sekarang pasar sudah memberi jawabannya:

Harga yang lebih hawkish untuk The Fed, tapi sisi long-end tidak memburuk lebih jauh.

Karena itu, aset berdurasi panjang mendapat ruang untuk “bernapas”.

Ketiga, harga minyak juga ikut membantu.

Brent turun dari mendekati $110, dan akhirnya ditutup di sekitar $104,6.

Meski sepanjang minggu masih naik lebih dari 8%, setidaknya semalam yang paling ekstrem tidak terus menular:

Oil ↑ → Inflation ↑ → Long-end yields ↑

Tidak berlanjut ke bawah.

Jadi, yang benar-benar penting semalam bukanlah:

“CPI terlalu panas, kenapa saham masih bisa naik?”

Melainkan pasar sedang beralih dari:

“Apakah The Fed akan menaikkan suku bunga?”

menjadi:

“Ini kenaikan suku bunga sekali saja, atau awal dari siklus Tightening yang baru?”

Pertanyaan yang akan benar-benar menentukan arah aset berisiko minggu depan pada FOMC juga adalah yang terakhir.

Kenaikan suku bunga satu kali sudah makin mendekati kondisi price-in.

Yang sebenarnya masih belum price-in adalah: masih ada berapa kali kenaikan lagi di depan.