#Ehereum
Ethereum (ETH) melonjak melewati 2.600 setelah laporan inflasi AS terbaru untuk CPI, lalu sedikit turun lagi ketika pergerakannya mulai mereda.
ETH sempat naik lebih dari 6% hingga sekitar 2.660 setelah CPI, dengan likuidasi short yang besar, dan kini diperdagangkan di dekat 2.513,59, naik sekitar 3% sepanjang hari.
CPI keluar kira-kira sesuai perkiraan, dengan inflasi headline 3,4% dan core 2,4% year on year, yang dipandang pasar sebagai “tidak lebih buruk dari yang dikhawatirkan” sehingga beralih ke sentimen risk-on.
Level kunci yang perlu diperhatikan adalah support di sekitar 2.500, resistance di dekat 2.650 hingga 2.700, serta pertemuan The Fed yang akan datang yang bisa memperkuat atau meredupkan suasana risk-on ini.
Deep Dive
1. Apa yang Baru Saja Terjadi pada ETH
Berbagai outlet melaporkan bahwa Ethereum (ETH) menembus level di atas 2.600 untuk pertama kalinya dalam sekitar tujuh bulan, mencapai puncak intraday mendekati 2.663 setelah rilis CPI, sebelum kemudian turun kembali ke kisaran pertengahan 2.500-an.
Kenaikannya tajam: ETH naik lebih dari 6,5% dalam waktu kurang dari satu jam, dan menyumbang kira-kira 40% dari sekitar 758 juta dolar posisi kripto yang dilikuidasi, termasuk sekitar 215 juta dolar dari short ETH di sini.
Pada snapshot yang lebih baru, ETH berada di sekitar 2.513,59, naik +2,75% dalam 24 jam dan +2,51% dalam 7 hari, dengan volume 24 jam sekitar 27,65 miliar dolar, sehingga sebagian keuntungan dari aksi dorong (squeeze) sudah mereda, tetapi pergerakannya masih positif.
Artinya: Reaksi cepat CPI adalah short squeeze dan reli yang berlangsung cepat, namun harga kini mulai menguji seberapa berkelanjutan pergerakan tersebut.
2. Bagaimana CPI Mendorong Lonjakan Ini
Laporan CPI Agustus menunjukkan inflasi headline sebesar 3,4% year on year dan 0,4% month on month, sementara core CPI sebesar 2,4% year on year dan 0,3% month on month. Angkanya sejajar dengan perkiraan, tetapi ringkasan core bulanan sedikit lebih panas.
Sebagian pemberitaan menyoroti bahwa pembacaan core ini merupakan level year-on-year terendah dalam lebih dari lima tahun, yang dibaca investor sebagai konfirmasi bahwa inflasi mulai mendingin di bawah gambaran headline yang didorong energi.
Karena banyak trader berada dalam posisi defensif sebelum rilis, hasil inflasi yang “jinak tapi tidak bagus” memicu gelombang kembali ke
Ethereum (ETH) melonjak melewati 2.600 setelah laporan inflasi AS terbaru untuk CPI, lalu sedikit turun lagi ketika pergerakannya mulai mereda.
ETH sempat naik lebih dari 6% hingga sekitar 2.660 setelah CPI, dengan likuidasi short yang besar, dan kini diperdagangkan di dekat 2.513,59, naik sekitar 3% sepanjang hari.
CPI keluar kira-kira sesuai perkiraan, dengan inflasi headline 3,4% dan core 2,4% year on year, yang dipandang pasar sebagai “tidak lebih buruk dari yang dikhawatirkan” sehingga beralih ke sentimen risk-on.
Level kunci yang perlu diperhatikan adalah support di sekitar 2.500, resistance di dekat 2.650 hingga 2.700, serta pertemuan The Fed yang akan datang yang bisa memperkuat atau meredupkan suasana risk-on ini.
Deep Dive
1. Apa yang Baru Saja Terjadi pada ETH
Berbagai outlet melaporkan bahwa Ethereum (ETH) menembus level di atas 2.600 untuk pertama kalinya dalam sekitar tujuh bulan, mencapai puncak intraday mendekati 2.663 setelah rilis CPI, sebelum kemudian turun kembali ke kisaran pertengahan 2.500-an.
Kenaikannya tajam: ETH naik lebih dari 6,5% dalam waktu kurang dari satu jam, dan menyumbang kira-kira 40% dari sekitar 758 juta dolar posisi kripto yang dilikuidasi, termasuk sekitar 215 juta dolar dari short ETH di sini.
Pada snapshot yang lebih baru, ETH berada di sekitar 2.513,59, naik +2,75% dalam 24 jam dan +2,51% dalam 7 hari, dengan volume 24 jam sekitar 27,65 miliar dolar, sehingga sebagian keuntungan dari aksi dorong (squeeze) sudah mereda, tetapi pergerakannya masih positif.
Artinya: Reaksi cepat CPI adalah short squeeze dan reli yang berlangsung cepat, namun harga kini mulai menguji seberapa berkelanjutan pergerakan tersebut.
2. Bagaimana CPI Mendorong Lonjakan Ini
Laporan CPI Agustus menunjukkan inflasi headline sebesar 3,4% year on year dan 0,4% month on month, sementara core CPI sebesar 2,4% year on year dan 0,3% month on month. Angkanya sejajar dengan perkiraan, tetapi ringkasan core bulanan sedikit lebih panas.
Sebagian pemberitaan menyoroti bahwa pembacaan core ini merupakan level year-on-year terendah dalam lebih dari lima tahun, yang dibaca investor sebagai konfirmasi bahwa inflasi mulai mendingin di bawah gambaran headline yang didorong energi.
Karena banyak trader berada dalam posisi defensif sebelum rilis, hasil inflasi yang “jinak tapi tidak bagus” memicu gelombang kembali ke