Data CPI keluar, Bitcoin meluncur ke luar dugaan dengan reli yang berlawanan arah
Setelah data CPI diumumkan, Bitcoin menunjukkan pergerakan yang tak terduga. Harga sempat turun dengan “jarum” ke sekitar 76.000, lalu menguat tajam; puncaknya menyentuh 79.890, mendekati level 79.000, dan dalam 24 jam akhirnya ditutup menguat.
Dari sisi fundamental, CPI inti kali ini melampaui ekspektasi, yang merupakan sinyal khas bernada hawkish. Pasar pun menilai probabilitas The Fed menaikkan suku bunga meningkat hingga 90%. Secara teori, hal itu bisa menekan aset berisiko seperti kripto. Namun, penurunan justru tepat menyentuh area support kunci sebelumnya, sehingga pihak bearish tidak punya tenaga untuk menjatuhkan harga lebih jauh. Akibatnya, short order dipaksa ditutup (short covering), dan dari sinilah tercipta reli kali ini.
Kenaikan kali ini lebih cenderung merupakan technical correction setelah tekanan (liar) mereda, bukan berarti tren berbalik secara menyeluruh. Zona 78.000–80.000 adalah penghalang tekanan kuat pertama dalam jangka pendek. Jika harga tidak mampu bertahan efektif di atas rentang tersebut, reli ini hanya akan menjadi pergerakan jangka pendek akibat penutupan short. Hanya jika berhasil bertahan di atas 80.000, barulah bisa dinyatakan bahwa sentimen negatif sudah benar-benar habis.
Sementara itu, 76.000 adalah level support penting bagi pihak bullish. Jika titik ini ditembus, maka keseluruhan logika pergerakan pasar perlu dievaluasi ulang.
Ke depan, sebelum keputusan The Fed minggu depan dirilis, pasar kemungkinan besar akan tetap berada dalam kondisi volatilitas tinggi. Dari sisi teknikal, pada chart harian tercatat tiga hari berturut-turut ditutup merah, namun muncul ekor panjang ke bawah (long lower shadow). Ini membuktikan bahwa di area 76.000 terdapat penyerapan beli (buying interest).
Saat ini, pertanyaan utama pasar adalah sejauh mana reli bisa berlanjut, dan apakah Bitcoin mampu bertahan di atas 80.000. Semua itu masih perlu menunggu konfirmasi lanjutan melalui volume/tenaga (liquidity) dan pesan-pesan dari kabar makro.
Setelah data CPI diumumkan, Bitcoin menunjukkan pergerakan yang tak terduga. Harga sempat turun dengan “jarum” ke sekitar 76.000, lalu menguat tajam; puncaknya menyentuh 79.890, mendekati level 79.000, dan dalam 24 jam akhirnya ditutup menguat.
Dari sisi fundamental, CPI inti kali ini melampaui ekspektasi, yang merupakan sinyal khas bernada hawkish. Pasar pun menilai probabilitas The Fed menaikkan suku bunga meningkat hingga 90%. Secara teori, hal itu bisa menekan aset berisiko seperti kripto. Namun, penurunan justru tepat menyentuh area support kunci sebelumnya, sehingga pihak bearish tidak punya tenaga untuk menjatuhkan harga lebih jauh. Akibatnya, short order dipaksa ditutup (short covering), dan dari sinilah tercipta reli kali ini.
Kenaikan kali ini lebih cenderung merupakan technical correction setelah tekanan (liar) mereda, bukan berarti tren berbalik secara menyeluruh. Zona 78.000–80.000 adalah penghalang tekanan kuat pertama dalam jangka pendek. Jika harga tidak mampu bertahan efektif di atas rentang tersebut, reli ini hanya akan menjadi pergerakan jangka pendek akibat penutupan short. Hanya jika berhasil bertahan di atas 80.000, barulah bisa dinyatakan bahwa sentimen negatif sudah benar-benar habis.
Sementara itu, 76.000 adalah level support penting bagi pihak bullish. Jika titik ini ditembus, maka keseluruhan logika pergerakan pasar perlu dievaluasi ulang.
Ke depan, sebelum keputusan The Fed minggu depan dirilis, pasar kemungkinan besar akan tetap berada dalam kondisi volatilitas tinggi. Dari sisi teknikal, pada chart harian tercatat tiga hari berturut-turut ditutup merah, namun muncul ekor panjang ke bawah (long lower shadow). Ini membuktikan bahwa di area 76.000 terdapat penyerapan beli (buying interest).
Saat ini, pertanyaan utama pasar adalah sejauh mana reli bisa berlanjut, dan apakah Bitcoin mampu bertahan di atas 80.000. Semua itu masih perlu menunggu konfirmasi lanjutan melalui volume/tenaga (liquidity) dan pesan-pesan dari kabar makro.