Semakin lama saya mengamati pasar, semakin saya menyadari ada pelajaran yang sangat sederhana:
👉 Siklus berubah, tetapi keserakahan dan ketakutan manusia hampir tidak pernah berubah.
• 2018 ATH → jual.
• 2019 membentuk dasar → beli.
• 2021 ATH → jual.
• 2022 membentuk dasar → beli.
• 2025 ATH → jual.
2026 membentuk dasar → lanjut akumulasi?
Jika ritme 4 tahunan masih berulang, saya tidak akan terkejut jika pasar memasuki fase ekspansi baru pada 2028–2029, sebelum muncul siklus reset besar lainnya sekitar 2030.
Tentu saja, ini hanya skenario acuan, bukan ramalan.
Dan itulah alasan saya tidak ingin “menikah” dengan meme coin.
Meme coin membantu saya mencetak profit → saya ambil (kunci).
Setelah itu:
• 50% → BTC
• 50% → uang tunai
• Uang tunai → membangun aset yang menciptakan arus kas seperti properti.
• Jika ada arus kas dari sewa → gunakan sebagian untuk terus mengumpulkan BTC ketika pasar terkoreksi.
Saya tidak ingin hidup-mati hanya untuk mengejar tiap candle hijau.
Spekulasi menciptakan modal.
Aset menjaga nilai modal.
Arus kas menciptakan daya beli baru.
BTC adalah tempat yang ingin saya akumulasi untuk jangka panjang.
Pasar sedang euforia → saya berpikir untuk mengunci keuntungan.
Pasar sedang panik → saya berpikir untuk menambah akumulasi.
Karena tujuan akhirnya bukan untuk memenangkan satu bull run.
Tujuannya adalah mengubah satu siklus untuk menghasilkan uang menjadi aset yang bisa terus menciptakan nilai di banyak siklus.
Jangan mencintai satu koin. Cintailah strategi Anda.