Gunung Dukono di ujung utara Pulau Halmahera, Indonesia, hampir setiap hari mengeluarkan abu—kali ini satelit berhasil menangkap kolom asap dengan sangat jelas.

Menurut NASA Earth Observatory 2026-05-27: OLI milik Landsat 9 pada 2026-05-13 merekam aliran abu vulkanik yang kaya. Dukono telah hampir terus-menerus erupsi sejak 1933, sering disertai getaran rutin yang baru-baru ini terjadi, serta kerap melontarkan bom vulkanik. Berdasarkan perhitungan lembaga pemantau gunung api Indonesia, dari 2026-05-09 hingga 2026-05-16 rata-rata terjadi sekitar 52 kali kejadian erupsi per hari, dengan tinggi kolom abu sekitar 400–4300 meter. Pihak berwenang menetapkan tingkat siaga pada level 2 dalam skala 4 tingkat, dan mengingatkan masyarakat untuk setidaknya menjauh sekitar 4 kilometer dari kawah.

Verifikasi independen: Program Vulkanologi Global (GVP) dari Smithsonian mencantumkan dengan acuan yang sama bahwa Dukono hampir terus-menerus erupsi sejak 1933, serta mengutip peringatan Level 2 dan aktivitas erupsi yang berkelanjutan dari CVGHM/PVMBG di Indonesia. NASA EO juga mengutip Global Volcanism Program: pada Mei 2026, saat itu ada 9 gunung api di Indonesia yang sedang erupsi, yang merupakan yang terbanyak di dunia pada periode yang sama.

Gambar: NASA Earth Observatory / Lauren Dauphin; Landsat 9 (USGS); tanggal pemotretan 2026-05-13
Data hingga: rilis NASA EO 2026-05-27; GVP / CVGHM dengan jendela pemantauan yang sama
#NASA #Pengamatan Bumi