Kritik yang berulang terhadap XRP—bahwa ia jauh tertinggal dari blockchain lain di tabel peringkat tokenisasi publik—mengabaikan apa sebenarnya yang token tersebut dibangun untuk dilakukan, menurut komentar dari Apex Crypto dan seorang co-host yang membahas topik itu dalam sebuah podcast baru-baru ini.

Argumen mereka berpusat pada pembedaan antara platform tokenisasi dan instrumen penyelesaian, serta mengangkat pertanyaan yang benar-benar menarik bagi siapa pun yang mencoba mengevaluasi XRP dibandingkan blockchain yang hanya diurutkan berdasarkan volume aset yang ditokenisasi.

Penolakan Terhadap Peringkat Tokenisasi

Diskusi ini dipicu oleh kritik online yang menyoroti bahwa XRP berada di sekitar peringkat ke-10 dalam data tokenisasi publik. Apex Crypto berpendapat bahwa angka tokenisasi publik mengabaikan satu kategori aktivitas. Ia mengatakan bahwa platform mata uang digital bank sentral (CBDC) privat dibangun dengan versi privat dari XRP Ledger. Apex Crypto mengklaim situs web Ripple telah menguraikan platform CBDC ini sejak 2021.

XRP sebagai “Instrumen Penyelesaian,” Bukan Aset yang Ditokenisasi

Inti dari argumen tersebut adalah bahwa peran XRP secara mendasar berbeda dari platform yang dinilai berdasarkan seberapa banyak nilai riil yang ditokenisasi yang mereka tampung. Menurut diskusi, XRP berfungsi sebagai lapisan transmisi, aset yang digunakan untuk memindahkan nilai di antara berbagai jenis aset yang ditokenisasi, bukan sebagai platform yang sendiri perlu menampung aset-aset yang ditokenisasi.

Teori Likuiditas

Inti dari argumen tersebut adalah klaim bahwa penggunaan institusional XRP untuk penyelesaian lintas negara, setelah sepenuhnya aktif, akan mengharuskan institusi untuk menahan cadangan XRP dalam jumlah besar untuk tujuan likuiditas, sehingga menarik pasokan keluar dari peredaran.

Keduanya mengakui bahwa koridor On-Demand Liquidity milik Ripple belum beroperasi pada kapasitas penuh, dengan menyajikan pergerakan harga XRP saat ini dan pendapatan RLUSD yang terus meningkat sebagai gangguan dari tesis likuiditas jangka panjang ini, bukan sebagai bukti yang menentangnya.

Kisah Federal Reserve yang Belum Terverifikasi

Diskusi tersebut juga merujuk pada kisah dari pihak ketiga tentang mantan pejabat Federal Reserve yang membahas XRP selama penampilan panel yang digambarkan sebagai “off the record”, diduga mengutip bank sentral Malaysia sebagai contoh institusi yang akan menahan XRP untuk menyelesaikan transaksi dengan negara lain.