Semakin saya melihat laporan CPI ini, semakin saya tidak melihatnya sebagai cerita sederhana “inflasi kembali”. Yang penting bagi saya adalah apa yang terjadi di balik judulnya.
CPI naik 0,4% pada bulan Agustus, dengan bensin melonjak 3,9%. Itu jelas penting, tetapi saya tidak akan membangun seluruh pandangan The Fed saya hanya berdasarkan minyak. Bagian yang menurut saya lebih menarik adalah core CPI. Core CPI juga naik 0,3% pada bulan tersebut, sementara inflasi inti tahunan tetap di 2,4%.
Di sinilah cara berpikir saya berubah. CPI mencakup makanan dan energi, jadi bensin dapat mendorong angka headline lebih tinggi meskipun sebagian tekanannya bersifat sementara. Core CPI menghapus kategori-kategori yang mudah bergejolak itu. Jadi ketika core CPI juga meningkat, saya melihat bukti yang lebih kuat bahwa tekanan inflasi tidak hanya datang dari energi.
Jika sektor jasa, perumahan, komunikasi, pendidikan, dan kategori inti lainnya masih bergerak lebih tinggi, saya kira The Fed punya masalah yang berbeda. Ini membuat saya cenderung pada suku bunga yang tetap tinggi, atau bahkan kenaikan, daripada pemotongan. Alasannya sederhana: data inflasi masih memberi The Fed alasan untuk tetap bersikap restriktif.
Lalu saya melihat pasar tenaga kerja. AS menambah 162.000 lapangan kerja pada Agustus dan tingkat pengangguran tetap di 4,1%.
Jadi, bagi saya, pertanyaan sebenarnya bukan “apakah CPI tinggi?” Melainkan apakah The Fed bisa menunggu sementara baik inflasi maupun lapangan kerja masih memberi ruang bagi The Fed untuk tetap mempertahankan kebijakan yang restriktif. Kombinasi keduanya penting: jika inflasi benar-benar melandai sementara pekerjaan melemah tajam, pandangan saya terhadap The Fed akan berubah.
Pandangan saya: saya cenderung pada kenaikan, tetapi saya melihatnya lebih sebagai respons terhadap inflasi yang persisten daripada tanda bahwa ekonomi terlalu panas. Pembedaan ini penting. Jika suku bunga naik, saya akan memantau imbal hasil Treasury dan dolar sebelum membuat keputusan tegas pada saham atau emas.
Untuk saya, keputusan The Fed berikutnya kurang tentang satu angka CPI dan lebih tentang apakah para pembuat kebijakan percaya bahwa inflasi kembali menjadi persisten. Saya akan memantau inflasi inti, layanan, dan tempat tinggal (shelter), bersama dengan ketenagakerjaan, karena angka-angka itu memberi tahu saya apakah The Fed masih punya alasan untuk menjaga kebijakan tetap ketat atau apakah tekanan akhirnya mulai mereda.
$IOST
#CPIWatch
$牛来
$LAB
CPI naik 0,4% pada bulan Agustus, dengan bensin melonjak 3,9%. Itu jelas penting, tetapi saya tidak akan membangun seluruh pandangan The Fed saya hanya berdasarkan minyak. Bagian yang menurut saya lebih menarik adalah core CPI. Core CPI juga naik 0,3% pada bulan tersebut, sementara inflasi inti tahunan tetap di 2,4%.
Di sinilah cara berpikir saya berubah. CPI mencakup makanan dan energi, jadi bensin dapat mendorong angka headline lebih tinggi meskipun sebagian tekanannya bersifat sementara. Core CPI menghapus kategori-kategori yang mudah bergejolak itu. Jadi ketika core CPI juga meningkat, saya melihat bukti yang lebih kuat bahwa tekanan inflasi tidak hanya datang dari energi.
Jika sektor jasa, perumahan, komunikasi, pendidikan, dan kategori inti lainnya masih bergerak lebih tinggi, saya kira The Fed punya masalah yang berbeda. Ini membuat saya cenderung pada suku bunga yang tetap tinggi, atau bahkan kenaikan, daripada pemotongan. Alasannya sederhana: data inflasi masih memberi The Fed alasan untuk tetap bersikap restriktif.
Lalu saya melihat pasar tenaga kerja. AS menambah 162.000 lapangan kerja pada Agustus dan tingkat pengangguran tetap di 4,1%.
Jadi, bagi saya, pertanyaan sebenarnya bukan “apakah CPI tinggi?” Melainkan apakah The Fed bisa menunggu sementara baik inflasi maupun lapangan kerja masih memberi ruang bagi The Fed untuk tetap mempertahankan kebijakan yang restriktif. Kombinasi keduanya penting: jika inflasi benar-benar melandai sementara pekerjaan melemah tajam, pandangan saya terhadap The Fed akan berubah.
Pandangan saya: saya cenderung pada kenaikan, tetapi saya melihatnya lebih sebagai respons terhadap inflasi yang persisten daripada tanda bahwa ekonomi terlalu panas. Pembedaan ini penting. Jika suku bunga naik, saya akan memantau imbal hasil Treasury dan dolar sebelum membuat keputusan tegas pada saham atau emas.
Untuk saya, keputusan The Fed berikutnya kurang tentang satu angka CPI dan lebih tentang apakah para pembuat kebijakan percaya bahwa inflasi kembali menjadi persisten. Saya akan memantau inflasi inti, layanan, dan tempat tinggal (shelter), bersama dengan ketenagakerjaan, karena angka-angka itu memberi tahu saya apakah The Fed masih punya alasan untuk menjaga kebijakan tetap ketat atau apakah tekanan akhirnya mulai mereda.
$IOST
#CPIWatch
$牛来
$LAB

