Perusahaan layanan minyak AS Baker Hughes akan segera mengumumkan data total jumlah anjungan pengeboran minyak AS untuk pekan yang berakhir pada 11 September, dalam waktu sekitar sepuluh menit lagi. Sebagai indikator terdepan utama untuk mengukur potensi pasokan minyak mentah hulu di Amerika Utara, perubahan jumlah anjungan pengeboran selama ini menjadi rambu penting yang dipantau para trader komoditas untuk menilai kelenturan sisi pasokan energi.
Dari sisi fundamental makro, pasar minyak mentah belakangan ini terus berfluktuasi dalam koreksi antara tarik-menarik di sisi penawaran dan kekhawatiran permintaan. Jika data pengeboran melanjutkan tren penyusutan sebelumnya atau menunjukkan stabilisasi di level rendah, itu berarti produsen minyak serpih AS masih menjaga belanja modal (capex) secara relatif terkendali; dengan demikian, sisi penawaran kemungkinan tidak akan menghasilkan lonjakan tambahan yang meledak. Kondisi ini secara efektif akan membatasi ruang penurunan harga energi yang tidak terkendali, sekaligus menyediakan latar makro yang lebih moderat bagi proses penanggulangan inflasi.
Bagi pasar keuangan tradisional, keseimbangan dasar minyak mentah yang tertib membantu meredam volatilitas ekspektasi inflasi, sehingga menurunkan dorongan kenaikan untuk imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang dan indeks dolar. Dari sisi pola teknis, stabilnya harga energi pada level marginal (titik tumpu) membantu indikator volatilitas lintas aset (seperti VIX) tetap rendah, sehingga menghadirkan lingkungan imbal hasil likuiditas yang stabil untuk penetapan harga aset dalam kelas besar.
Untuk pasar kripto, meredanya tekanan inflasi makro secara marginal secara langsung meningkatkan risk appetite (Risk-on). Seiring proses penyeimbangan (clearing) pasar akibat gangguan pasokan minyak mentah, ekspektasi terhadap siklus pelonggaran likuiditas secara bertahap semakin kokoh. Aset berisiko yang ditunjukkan oleh $BTC memperlihatkan ketangguhan anti-jatuh yang sangat kuat di dekat level dukungan teknis kunci; dana berpotensi mengalami resonansi bullish putaran baru setelah realisasi ketidakpastian makro.
#原油 #宏观经济 #pasar kripto
Dari sisi fundamental makro, pasar minyak mentah belakangan ini terus berfluktuasi dalam koreksi antara tarik-menarik di sisi penawaran dan kekhawatiran permintaan. Jika data pengeboran melanjutkan tren penyusutan sebelumnya atau menunjukkan stabilisasi di level rendah, itu berarti produsen minyak serpih AS masih menjaga belanja modal (capex) secara relatif terkendali; dengan demikian, sisi penawaran kemungkinan tidak akan menghasilkan lonjakan tambahan yang meledak. Kondisi ini secara efektif akan membatasi ruang penurunan harga energi yang tidak terkendali, sekaligus menyediakan latar makro yang lebih moderat bagi proses penanggulangan inflasi.
Bagi pasar keuangan tradisional, keseimbangan dasar minyak mentah yang tertib membantu meredam volatilitas ekspektasi inflasi, sehingga menurunkan dorongan kenaikan untuk imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor panjang dan indeks dolar. Dari sisi pola teknis, stabilnya harga energi pada level marginal (titik tumpu) membantu indikator volatilitas lintas aset (seperti VIX) tetap rendah, sehingga menghadirkan lingkungan imbal hasil likuiditas yang stabil untuk penetapan harga aset dalam kelas besar.
Untuk pasar kripto, meredanya tekanan inflasi makro secara marginal secara langsung meningkatkan risk appetite (Risk-on). Seiring proses penyeimbangan (clearing) pasar akibat gangguan pasokan minyak mentah, ekspektasi terhadap siklus pelonggaran likuiditas secara bertahap semakin kokoh. Aset berisiko yang ditunjukkan oleh $BTC memperlihatkan ketangguhan anti-jatuh yang sangat kuat di dekat level dukungan teknis kunci; dana berpotensi mengalami resonansi bullish putaran baru setelah realisasi ketidakpastian makro.
#原油 #宏观经济 #pasar kripto