• ZEC menargetkan $903 dan berpotensi $1.099 setelah menembus level tertinggi siklus $750.

  • XMR menargetkan $538 dan $600, namun meningkatnya aktivitas derivatif membuat risiko koreksi ikut meningkat.

  • UNI menargetkan $5,66 setelah menembus $4,43, didukung oleh rekor pembakaran biaya protokol.

September menghadirkan peluang baru bagi para trader yang memantau privasi dan token DeFi. ZEC, XMR, dan UNI memasuki bulan dengan pengaturan teknikal yang kuat. Setiap token juga memiliki katalis yang berbeda yang dapat memengaruhi pergerakan harga. Zcash diuntungkan oleh produk spot AS yang baru serta meningkatnya minat pasar. Monero mendapatkan momentum setelah native swap hadir melalui THORChain. Uniswap juga mencatat rekor burn funding setelah mengaktifkan biaya protokol baru. Faktor-faktor ini membuat ketiga token tersebut layak dipantau secara saksama selama September.

Zcash (ZEC)

Sumber: Trading View

Zcash memasuki September dengan momentum kuat setelah breakout besar. Grayscale mencatat produk spot Zcash AS pertama di NYSE Arca. Produk tersebut diperdagangkan dengan ticker ZCSH. Volume sesi pertama mencapai sekitar $14,8 juta, menandai debut yang tenang. Namun, ZEC justru menembus lebih tinggi tiga hari sebelum listing. Token tersebut melewati rekor siklus November 2025 di sekitar $750 pada 22 Agustus. ZEC kemudian mencapai $888 sebelum mendekati ekstensi Fibonacci $903. Terobosan di atas $903 dapat membuka peluang ekstensi berikutnya di sekitar $1.099. Sementara itu, polling upgrade NU7 masih dibuka hingga 14 September. Proposal tersebut berpotensi mengganti mekanisme halving dengan jadwal penerbitan yang lebih mulus. Penolakan di dekat $903 bisa mendorong ZEC kembali menuju area support $750.

Monero (XMR)

Sumber: Trading View

Monero juga memasuki September setelah reli tujuh hari yang sangat kuat. THORChain mengaktifkan swap Monero native pada 25 Agustus. Pengguna kini bisa memperdagangkan XMR secara langsung terhadap Bitcoin dan stablecoin. Perubahan ini mengurangi ketergantungan pada aset yang dibungkus (wrapped) dan bursa terpusat. XMR menembus di atas swing high Mei pada 22 Agustus. Setelah itu, token naik 26,5% dalam tujuh hari. Kini XMR menghadapi resistance di dekat level retracement Fibonacci $538. Pergerakan di atas $538 dapat membuka jalan menuju $600. Target utama berikutnya masih rekor Januari di dekat $799,89. Namun, trader sebaiknya memantau aktivitas derivatif sebelum mengejar keuntungan lanjutan. Open interest berlipat dua dalam dua minggu menjadi sekitar $278 juta. Volume futures juga masih jauh lebih tinggi dibanding aktivitas spot.

Uniswap (UNI)

Sumber: Trading View

Uniswap menawarkan setup menarik lainnya menjelang September. Protokol mengaktifkan biaya v4 dan biaya Robinhood Chain pada akhir Juli. Agustus menjadi bulan penuh pertama di bawah kedua sistem biaya tersebut. Pembakaran (burn) mencapai rekor $8,9 juta selama bulan itu. Angka tersebut kira-kira dua kali lipat dari laju yang terlihat sejak Januari. UNI membentuk higher low pada 14 Agustus. Setelah itu, token menembus di atas resistance pada $3,99 dan $4,43. Kini UNI menguji level retracement Fibonacci $4,94. Jika breakout berhasil, bisa menargetkan $5,66 sebelum menantang $6,57. Namun, pemungutan suara Senat September terkait Undang-Undang CLARITY tetap penting. Kegagalan dapat melemahkan breakout yang sedang berjalan dan memperlambat momentum. Uniswap juga mempertahankan anggaran pertumbuhan tahunan 20 juta UNI. Karena itu, tren burn tidak menjamin deflasi jangka panjang.

ZEC memadukan momentum kuat dengan katalis akses pasar yang besar. XMR memiliki momentum teknikal yang kuat namun membawa risiko derivatif yang tinggi. UNI mendapat manfaat dari meningkatnya aktivitas biaya (fee), sekaligus menghadapi ketidakpastian regulasi.