🔥 NFP melesat. CPI menolak untuk melunak. Apakah The Fed akan menjatuhkan semprotan dingin 25 bps?
Pendapat saya: ya, The Fed kini cenderung melakukan kenaikan 25 bps. Bukan karena CPI saja adalah tombol ajaib, tetapi karena seluruh rangkaian dampaknya jadi makin sulit diabaikan.
📊 1. Lapangan kerja dulu, CPI kemudian
NFP Agustus masuk sebesar +162 ribu, sementara pasar memperkirakan sekitar +65 ribu. Ini selisih yang besar. Itu memberi tahu The Fed bahwa pasar tenaga kerja belum benar-benar retak.
Kenapa itu penting?
• Lebih banyak orang bekerja
• Pendapatan masih masuk
• Konsumen masih berbelanja
• Perusahaan masih bisa meneruskan sebagian biaya
Jadi ketika CPI tetap lengket, The Fed bisa mengatakan: ekonomi kemungkinan punya cukup bantalan untuk satu kali kenaikan lagi.
📈 2. Tren CPI: membaik dibanding 2022, tapi belum selesai
Inflasi AS telah membaik banyak sejak guncangan pasca-Covid:
• 2021: CPI sekitar 7,0%
• 2022: sekitar 6,5%
• 2023: sekitar 3,4%
• 2024: sekitar 2,9%
• 2025: sekitar 2,7%
• Ags 2026: kembali ke 3,4% YoY, dengan +0,4% MoM
Jadi ya, inflasi tidak lagi membara seperti 2021-2022. Tapi juga tidak kembali dengan mulus ke target 2% The Fed. Inflasi turun tangga, berhenti di tengah jalan, lalu mulai mengecek tagihan bensin lagi.
⚠️ 3. Logika mikro: inflasi bersembunyi di struk-struk kecil
CPI bukan sekadar grafik makro. CPI dibangun dari keputusan harga dunia nyata yang membosankan:
• Tuan tanah memperpanjang sewa
• Restoran menyesuaikan menu
• Maskapai penerbangan mengubah tarif
• Perusahaan truk membayar lebih mahal untuk solar
• Pengecer memutuskan apakah akan melindungi margin
Laporan CPI Agustus menunjukkan bensin +3,9% MoM, energi +16,3% YoY, tempat tinggal +3,0% YoY, dan jasa selain jasa energi juga +3,0% YoY.
Itu bukan inflasi panik. Tapi jelas juga bukan “misi tercapai.”
🛢️ 4. Risiko perang membuat masalah The Fed jadi lebih rumit
Sisi PPI penting karena menunjukkan tekanan sebelum benar-benar sampai ke konsumen. PPI Agustus naik 0,4% MoM dan 5,4% YoY. Solar melonjak 24,1% dalam satu bulan.
Solar itu membosankan sampai tidak. Solar berada di dalam truk, gudang, pengiriman, distribusi makanan, dan bahan konstruksi. Jika solar naik, pelanggan mungkin tidak melihat “solar” di struk, tetapi entah bagaimana mi, biaya pengantaran, atau keranjang belanja supermarket jadi lebih mahal. Sangat misterius. Sangat familiar.
Itulah risiko sebenarnya:
NFP lebih baik -> permintaan bertahan -> CPI tetap lengket -> biaya energi/logistik naik -> perusahaan meneruskan biaya -> ekspektasi inflasi ikut menjadi lengket.
🎯 Skenario dasar saya
Kisaran target The Fed saat ini adalah 3,50%-3,75%. Kenaikan 25 bps akan mengubahnya menjadi 3,75%-4,00%. Setelah CPI/PPI, harga pasar telah bergeser kuat ke arah kenaikan suku bunga, dengan beberapa laporan menyebut peluang berdasarkan FedWatch sekitar 90% atau lebih.
Jadi, pandangan saya sederhana: kenaikan 25 bps lebih mungkin daripada penetapan suku bunga tanpa perubahan. Jika The Fed mempertahankan, saya memperkirakan penetapan yang sangat hawkish, pada dasarnya: “jangan mulai pesta dulu.”
🟡 Bullish atau bearish?
Dalam jangka pendek, saya berhati-hati terhadap aset berisiko. Bukan sepenuhnya bearish, tapi jelas tidak bullish secara membabi buta.
Bagi saya, emas masih masuk akal sebagai asuransi dalam kondisi seperti ini. Saat risiko perang, inflasi yang lengket, dan ketidakpastian kebijakan berada di meja yang sama, emas berubah dari “aset yang membosankan” menjadi seperti sabuk pengaman. Anda berharap tidak perlu, tapi Anda juga tidak mau mengemudi tanpa sabuk itu.
Crypto jangka panjang? Masih konstruktif.
Crypto sekitar minggu CPI/FOMC? Ukuran lebih kecil, stop yang lebih bersih, ego lebih minim.
Pasar tidak memberikan medali untuk keputusan yang dilikuidasi dengan penuh keyakinan.
Menurut Anda bagaimana: Fed +25 bps, atau hawkish hold? Tulis pandangan Anda di bawah ini 👇

