Kenal seorang kawan, kerja lintas batas e-commerce di Longhua. Di masa gelombang tahun lalu, hidupnya benar-benar berubah total. Nama grup WeChat diubah jadi “Tempat Berkumpulnya Peselancar”, tiap hari masih mengirim screenshot sampai jam tiga dini hari. Posisi dipindah dari Bitcoin ke Ethereum, lalu ke beberapa koin alt tertentu—semua langkahnya mengalir lancar seperti rutinitas. Pernah waktu makan, dia bilang akhir tahun mau ganti mobil. Saat mengatakan itu, matanya menatap ke luar jendela, seperti sedang melihat sesuatu yang hanya bisa dia lihat. Saat mulai menambah leverage, dia juga sempat menyelipkan kalimat, katanya: “Skenario pasar sekarang itu seperti uang dikirim untuk orang-orang pintar.”

Belakangan ketika tren berbalik, dia menghilang sepenuhnya dari grup itu. Foto profilnya diganti jadi abu-abu, dan postingan di Moments tak bergerak selama setengah tahun. Tahun ini bulan Maret, aku baru melihat satu update darinya—diposting jam dini hari—hanya empat kata: “Masih di bawah air.” Bulan lalu aku bertemu dengannya, dan dia bilang sudah menghapus aplikasi. Setiap hari mengandalkan aplikasi berita buat memantau harga “big cake”, “ya anggap saja aku sedang berhenti judi.”

Dua hari ini aku membuka-buka Moments-nya, baru sadar kalau gambar latarnya sudah kembali ke foto dari tahun lalu—orangnya berada di atas kapal pesiar, versi yang kulitnya menghitam legam karena kena matahari. Tapi aku tahu, kapal pesiar itu bukan miliknya; dia cuma berdiri di haluan lalu memotret.

Dia juga tahu aku tahu. Kami berdua pura-pura tidak ada apa-apa.

#币圈故事 #risiko