Berdasarkan data terbaru yang diumumkan American Automobile Association (AAA), harga rata-rata diesel di seluruh AS untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus angka 6 dolar, mencapai 6,0556 dolar per galon, bahkan di California sudah mendekati 8 dolar. Sementara itu, data yang dirilis oleh Biro Statistik Federal Jerman juga menunjukkan bahwa pada paruh pertama tahun ini, jumlah perusahaan yang bangkrut di Jerman meningkat 6,7% year-on-year menjadi 12.812 perusahaan, mencatat rekor tertinggi sejak 2013. Di antara semuanya, sektor transportasi dan pergudangan menjadi yang paling terdampak.

Diesel dikenal sebagai “darah” bagi perekonomian industri. Diesel banyak digunakan untuk logistik dan transportasi, mesin-mesin pertanian, serta pembangkitan listrik. Lonjakan harga diesel secara langsung mendorong biaya operasional di seluruh rantai sekaligus biaya di tingkat akhir. Hal ini tidak hanya membuat tekanan inflasi energi kembali menguat, tetapi juga menjadi bukti tidak langsung bahwa tingginya biaya energi terus menekan ruang keuntungan perusahaan-perusahaan riil. Di ekonomi-ekonomi utama luar negeri, tanda-tanda perebutan antara stagnasi inflasi (stagflasi) dan jurang resesi tampak cukup jelas.

Bagi pasar keuangan tradisional, biaya energi seperti minyak mentah yang tetap tinggi berarti bank sentral global menghadapi hambatan yang lebih besar dalam upaya menekan inflasi saat merumuskan kebijakan moneter. Imbal hasil obligasi pemerintah dan likuiditas dolar kemungkinan dalam waktu singkat akan tetap cenderung ketat. Di saat yang sama, ritme pemulihan valuasi aset-aset berisiko seperti saham AS juga akan tertekan.

Jika dipetakan ke pasar kripto, karena kekhawatiran inflasi di tingkat makro belum hilang, tambahan likuiditas pasar relatif terbatas. $BTC dan altcoin-altcoin arus utama dalam waktu singkat kemungkinan besar akan tetap menjalani fluktuasi dengan rentang yang lebar. Saat ini, dana cenderung lebih memilih sikap menunggu dan melihat data minyak mentah serta data makro dari institusi seperti IEA ke depan. Secara keseluruhan, sikap investor terhadap penempatan dana pada aset berisiko cenderung lebih stabil dan netral.

#通胀 #原油 #ekonomi makro