Menurut laporan dan penilaian terbaru dari TD Securities, pemulihan ekonomi yang melampaui potensi sedang mendorong Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga. Para ahli memperingatkan bahwa BOJ tidak bisa menunda ketika tekanan harga dan pasar tenaga kerja di Jepang terus memanas, sehingga memaksa bank sentral ini meninggalkan strategi pengetatan bertahap.

Hal yang patut dicermati adalah TD Securities memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga dengan frekuensi sekali setiap kuartal, bukan lagi mengikuti ritme enam bulanan seperti sebelumnya. Rencana yang diperkirakan dimulai dengan kenaikan 25 basis poin minggu depan dan pada bulan Desember, kemudian berlanjut melalui rapat-rapat pada tahun 2027 untuk membawa suku bunga acuan ke level 2,25%. Jika kebijakan fiskal yang ekspansif diterapkan, siklus pengetatan bahkan bisa berlanjut hingga tahun 2028.

Dari sisi makro, mempercepat pengetatan kebijakan moneter oleh BOJ akan menimbulkan guncangan terhadap likuiditas global. Kenaikan suku bunga JPY yang cepat berpotensi memicu gelombang pelepasan dari posisi Yen carry trade, yang dapat mendukung yen, tetapi sekaligus memberikan tekanan besar pada imbal hasil obligasi dan pasar keuangan internasional.

Bagi pasar crypto, pergeseran arus dana akibat penutupan carry trade biasanya membawa risiko penyesuaian jangka pendek bagi $BTC dan aset berisiko. Ketika likuiditas pinjaman berbiaya murah menyempit, investor aset digital perlu berhati-hati menghadapi potensi gejolak besar yang berpusat pada keputusan BOJ dalam waktu dekat.

#boj #lai_suat #jepang